IJTIHAD YUSUF QARDHAWI TENTANG ZAKAT SAHAM DAN OBLIGASI

Mawar Jannati Al Fasiri, (2015) IJTIHAD YUSUF QARDHAWI TENTANG ZAKAT SAHAM DAN OBLIGASI. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
MAWAR MEPI 2015.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Zakat merupakan salah satu rukunIslam. Selain melakukan perintah Allah, dengan berzakat dapat membersihkan harta dari hak fakir miskin. Seiring berkembangnya zaman, berkembang pula objek zakat, yang mana salah satunya adalah zakat yang dikenakan pada surat berharga seperti saham dan obligasi. Di dalam Al-Qur‟an dan hadis memang tidak dijelaskan secara langsung mengenai kewajiban zakat pada saham dan obligasi, hanya saja dijelaskan mengenai kewajiban zakat secara umum, namun dalam ijtihadnya Yusuf Qardhawi memaparkan bahwa saham dan obligasi termasuk harta yang wajib dizakati. Pertanyaan penelitian pada skripsi ini adalah bagaimana pandangan hukum Islam mengenai zakat saham dan obligasi serta bagaimana cara pengenaan kewajiban zakat saham dan obligasi menurut ijtihad Yusuf Qardhawi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat tentang zakat saham dan obligasi dan menganalisanya, untuk mengetahui pandangan hukum Islam mengenai kewajiban zakat pada saham dan obligasi, serta mengetahui ijtihad Yusuf Qardhawi sebagai salah seorang ulama yang ahli dalam hukum Islam. Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan studi kepustakaan (library research), sehingga kajian difokuskan pada bahan-bahan kepustakaan dengan cara menelurusi dan menelaah literatur-literatur yang berhubungan dengan judul skripsi ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa di dalam Al-Qur‟an dan hadis hanya dijelaskan kewajiban zakat secara global, sedangkan mengenai kewajiban zakat pada saham dan obligasi tidak dijelaskan secara langsung. Namun Yusuf Qardhawi dalam ijtihadnya mengenai kewajiban zakat pada saham dan obligasi menggunakan metode ijtihad qiyas, yakni beliau mengiyaskan nisab zakat saham dan obligasi dengan nisab emas yakni sebesar 85 gr emas dan untuk kewajiban zakatnya diqiyaskan pada zakat perdagangan dan zakat pertanian. Menurut Yusuf Qardhawi zakatsaham dan obligasi bisa dipungut dari nilai saham ataupun nilai obligasi yang berlaku di pasar yang mana zakatnya adalah 2,5%, atau bisa juga dari keuntungan bersih yang mana zakatnya adalah sebesar 10%. Kata kunci : zakat, saham, obligasi

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 29 Dec 2016 01:47
Last Modified: 12 Jun 2017 04:32
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/158

Actions (login required)

View Item View Item