PERBANDINGAN TINGKAT PERCAYA DIRI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DI LUAR SEKOLAH DENGAN SISWA YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DI DALAM SEKOLAH (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Kuningan

Pirman Setiawan, (2013) PERBANDINGAN TINGKAT PERCAYA DIRI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DI LUAR SEKOLAH DENGAN SISWA YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DI DALAM SEKOLAH (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Kuningan. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
PIRMAN SETIAWAN_59450997_ok.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pirman Setiawan: Perbandingan Tingkat Percaya Diri dalam Pembelajaran Matematika Antara Siswa yang Mengikuti Bimbingan Belajar Di Luar Sekolah dengan Siswa yang Mengikuti Bimbingan Belajar Di Dalam Sekolah (Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Cigugur Kabupaten Kuningan) Penelitian dilatarbelakangi oleh tidak semua siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar itu bisa mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, bahkan bisa saja siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar di luar bisa mempunyai rasa percaya diri yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa tinggi tingkat percaya diri belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah, seberapa tinggi tingkat percaya diri belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar di dalam sekolah, dan seberapa besar perbandingan tingkat percaya diri dalam pembelajaran matematika antara siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah dengan siswa yang mengikuti bimbingan belajar di dalam sekolah. Percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis seseorang, dimana individu dapat mengevaluasi keseluruhan dari dirinya sehingga memberi keyakinan kuat pada kemampuan dirinya untuk melakukan sesuatu tindakan dalam mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya. Bimbingan belajar yaitu suatu bentuk kegiatan dalam proses belajar yang dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki kemampuan lebih dalam banyak hal untuk diberikan kepada orang lain yang mana bertujuan agar orang lain dapat menemukan pengetahuan baru yang belum dimilikinya serta dapat diterapkan dalam kehidupannya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode yang digunakan Ex Post Facto. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dari 21 kelas dengan jumlah 692 siswa diambil 7 kelas yaitu kelas XI dengan jumlah 233 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran matematika dan sebelum siswa mengisi angket percaya diri siswa diminta untuk mengisi pertanyaan yang menyatakan siswa mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah atau tidak dan diperoleh 67 siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah dan 166 siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Teknik analisis yang digunakan menggunakan uji non parametrik yaitu dengan menggunakan uji Mann-Whitney sebagai uji statistik. Dari hasil analisis diperoleh tingkat percaya diri siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah berada pada kategori tinggi dengan 63,3% dan siswa yang mengikuti bimbingan belajar di dalam sekolah juga berada pada kategori tinggi dengan 61,5%.. Dalam uji hipotesis diperoleh nilai Z = -1,001, dengan = 0,05 dan Asymp. Sig/Asymptotic significance dua sisi 0,317 > 0,05 sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat percaya diri dalam pembelajaran matematika anatara siswa yang mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah dengan siswa yang mengikuti bimbingan belajar di dalam sekolah. Kata Kunci : Percaya diri, Bimbingan belajar

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 04 Apr 2017 06:56
Last Modified: 12 Jun 2017 02:30
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/1605

Actions (login required)

View Item View Item