ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN STATISTIK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL LOGISTIK 2 PARAMETER (Studi Kasus di Kelas XI MAN 3 KOTA CIREBON)

Rofi’ah, (2013) ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN STATISTIK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL LOGISTIK 2 PARAMETER (Studi Kasus di Kelas XI MAN 3 KOTA CIREBON). Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
ROFI'AH_OK.pdf

Download (17MB) | Preview

Abstract

Rofi’ah. 2013. Analisis Kemampuan Penalaran Statistik Siswa Dengan Menggunakan Model Logistik 2 Parameter (Studi Kasus di Kelas XI MAN 3 Kota Cirebon Dalam kegiatan belajar matematika, khususnya statistika siswa diajarkan konsep-konsep dan atau rumus-rumus statistika, diharapkan mereka tidak hanya bisa menghitung dan mencari jawaban suatu soal, akan tetapi siswa juga diharapkan bisa mengembangkan daya pikir dan nalar mereka. Daya pikir dan nalar tersebut guna diaplikaskan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya penalaran statistika. Kemampuan penalaran statistik adalah kemampuan cara bernalar dengan ide-ide statistik dan mampu memahami dan menjelaskan proses statistik berdasarkan informasi statistik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil estimasi parameter butir tes penalaran statistik siswa dengan menggunakan model logistik 1 parameter dan, (2) untuk mengetahui hasil estimasi parameter kemampuan (ability) penalaran statistik siswa dengan menggunakan model logistik 1 parameter. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data adalah tes. Populasi penelitian ini adalah kelas XI yang berjumlah 230 siswa. Sampel diambil dari kelas XI IPA 3 dengan teknik cluster random sampling. Untuk uji coba dilakukan di kelas XI IPA 2 yang berjumlah 43 siswa. Hasil penelitian diaanalisa dengan menggunakan model logistik 2 parameter yang menitikberatkan pada parameter tingkat kesukaran dan daya pembeda. Hasil pendugaan parameter daya pembeda, soal nomor 4, 11, 15, 16 dan 17 memiliki daya pembeda yang cukup baik, soal nomor 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 13, 14 dan 19 memiliki daya pembeda yang baik, dan soal nomor 1, 10 dan 20 memiliki daya pembeda yang sangat baik, artinya soal mampu membedakan kemampuan siswa. Berdasarkan hasil pendugaan parameter indeks kesukaran, soal nomor 4 termasuk kriteria soal mudah, soal nomor 1, 3, 6, 7, 11, 13, 14, 15, 16, 17 dan 20 termasuk kriteria soal sedang, soal nomor 2, 8, 9, 10 dan 19 termasuk kriteria soal sukar, dan soal nomor 5 termasuk kriteria soal sangat sukar. Dan berdasarkan hasil uji ketepatan model, menunjukan bahwa 90% butir soal dapat digambarkan dengan model. Hal ini terlihat dari nilai probabilitasnya lebih dari 0.05. Dari 20 butir soal penalaran statistik, ada 2 soal yang tidak dapat digambarkan oleh model, yaitu butir soal nomor 1 dan 20. Hasil analisa dengan menggunakan model logistik 2 parameter, kemampuan rata-rata penalaran statistik siswa kelas XI di MAN 3 Kota Cirebon sebesar 0.0265 (berada di kemampuan rata-rata), dengan rincian, tidak ada siswa yang memiliki kemampuan penalaran statistik sangat tinggi ataupun sangat rendah. Adapun siswa yang memiliki kemampuan penalaran statistik tinggi (di atas rata-rata) sebanyak 11,6%. Kemudian siswa yang memiliki kemampuan penalaran statistik rata-rata sebanyak 81,4%. Dan siswa yang memiliki kemampuan penalaran statistik rendah (di bawah rata-rata) sebanyak 7%. Kata Kunci : Penalaran Statistik, IRT, Model Logistik 2 parameter

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 05 Apr 2017 01:02
Last Modified: 12 Jun 2017 02:51
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/1649

Actions (login required)

View Item View Item