PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP PRAKTEK PENGALIHAN SISA UANG PEMBELI DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI TOKO ARAFAH CIREBON

Muhimmatus Salamah, (2015) PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP PRAKTEK PENGALIHAN SISA UANG PEMBELI DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI TOKO ARAFAH CIREBON. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI MUHIMMATUS SALAMAH (WM BLM).pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Muhimmatus Salamah NIM : 14112210099 Judul : Perspektif Hukum Ekonomi Syari‟ah terhadap Praktek Pengalihan Sisa Uang Pembeli dalam Transaksi Jual Beli di Toko Arafah Cirebon Jual beli merupakan salah satu bentuk ibadah dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jual beli yang sesuai dengan syari‟at Islam adalah jual beli yang mengandung unsur kerelaan, kepastian, keadilan, dan tidak memaksakan kehendak. Jika tidak ada semua unsur tersebut dapat mengakibatkan kerugian dan penyesalan dari salah satu pihak, baik itu penjual ataupun pembeli. Contohnya seperti mengenai praktek-praktek baru yang dilakukan oleh toko-toko modern dalam pengalihan sisa uang pembeli yang kelihatannya masyarakat merasa kurang puas atas penerimaan sisa uangnya yang tidak utuh. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Toko Arafah Cirebon yang menerapkan sisa uang pembeli yang nominalnya di bawah Rp.100,- akan dialihkan ke dalam dana sosial atau dapat juga diganti dengan permen sebagai uang kembalian. Dari fenomena di atas, penulis bermaksud ingin menganalisa dari sudut pandang hukum ekonomi syari‟ah. Pertama, mengenai praktek pengalihan sisa uang pembeli untuk dana sosial. Kedua, mengenai praktek pengalihan sisa uang pembeli yang diganti dengan permen. Kedua hal tersebut apakah sudah sesuai menurut perspektif hukum ekonomi syari‟ah atau belum? Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dekskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai objek penelitian yakni Toko Arafah yang berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktek pengalihan sisa uang pembeli baik itu untuk dana sosial ataupun diganti dengan permen yang diterapkan oleh Toko Arafah diperbolehkan menurut hukum ekonomi syari‟ah. Hal tersebut dikarenakan pihak Toko Arafah mengalami kesulitan untuk mendapatkan uang pecahan kecil yang nominalnya di bawah Rp.100,- yang sudah jelas tidak diedarkan dan tidak digunakan lagi dalam transaksi pembayaran. Sehingga sesuai dengan sumber hukum yang ada, hal tersebut berawal dari adanya kesulitan dan Toko Arafah dimudahkan untuk diperbolehkan mengambil sebuah keringanan. Keringanan ini yakni pengalihan sisa uang pembeli untuk dana sosial dan pengalihan sisa uang pembeli yang diganti dengan permen selama adanya unsur ‘an tara>din antara kedua belah pihak. Kata Kunci : Hukum Ekonomi Syari‟ah, Sisa Uang Pembeli, Toko Arafah

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 06 Jan 2017 04:37
Last Modified: 12 Jun 2017 04:34
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/195

Actions (login required)

View Item View Item