ANALISIS PERCERAIAN DITINJAU DARI ASPEK HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

JALALUDDIN AY, (2011) ANALISIS PERCERAIAN DITINJAU DARI ASPEK HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
PERDAIS-116050009 - Abstraksi.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://repository.syekhnurjati.ac.id

Abstract

JALALUDDIN AY: “Analisis Perceraian di Tinjau dari Aspek Hukum Islam dan Hukum Positif” Kehidupan dalam perkawinan merupakan suatu tujuan yang sangat diutamakan dalam Islam. Nikah diadakan untuk selamanya dan seterusnya agar suami istri dapat mewujudkan rumah tangga sebagai tempat berlindung, menikmati curahan kasih sayang dan dapat memelihara anak-anaknya sehingga mereka tumbuh dengan baik, oleh karena itu bisa dikatakan bahwa ikatan antara suami dan istri adalah ikatan yang paling suci dan paling kokoh, sehingga tidak ada suatu dalil yang dapat menunjukkan tentang kesuciannya yang begitu agung selain Allah sendiri yang menamakan ikatan perjanjian antara suami dan istri. Ikatan perkawinan merupakan unsur pokok dalam pembentukan keluarga yang harmonis dan penuh rasa cinta kasih, maka dalam pelaksanaan perkawinan tersebut, diperlukan norma hukum yang mengaturnya. Penerapan norma hukum dalam pelaksanaan perkawinan terutama diperlukan dalam rangka mengatur hak, kewajiban, dan tanggung jawab masingmasing anggota keluarga, guna membentuk rumah tangga yang bahagia dan sejahtera. Masalah ini adalah bagaimana ketentuan hukum Islam tentang perceraian, bagaimana pandangan hukum positif tentang perceraian, dan bagaimana relevansi hukum Islam dan hukum positif tentang perceraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketentuan hukum Islam tentang perceraian, untuk mengetahui pandangan hukum positif tentang perceraian, dan untuk mengetahui relevansi hukum Islam dan hukum positif tentang perceraian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif Bentuk penelitian ini adalah berupa kajian pustaka (library research). Kajian ini berusaha mengungkapkan perceraian dari aspek hukum Islam dan hukum positif melalui sumber data yang relevan dengan kebutuhan, baik buku-buku teks, jurnal, atau majalah-majalah ilmiah dan hasil-hasil penelitian. Hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa Jika kita amati dari pendapat para hakim mengenai keabsahan dan pengertian talak dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) serta Fiqih Syafi’iyah memiliki perbedaan yang sangat mendasar, disamping itu dalam konteks penghuitungan talakpun memiliki perbedaan. Yaitu jika keabsahan versi Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah talak harus dilakukan didepan sidang dan disaksikan oleh hakim, sedangkan keabsahan talak versi fiqih Syafi’iyah sah walaupun dilakukan dimana saja asalkan telah memenuhi syarat-syaratnya. Hakim dalam menyikapi perbedaan antara dua konsep tersebut adalah hukum itu dapat berubah menurut zaman, tempat, situasi dan kondisi masyarakat yang ada.oleh karena itu janganlah berpedoman pada produk hukum yang matang saja tetapi juga pada metode penggalian hukumnya. Agar dalam menentukan hukum itu bisa lebih luwes dan fleksibel.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Perdata Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 03 May 2017 02:57
Last Modified: 03 May 2017 02:57
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/2510

Actions (login required)

View Item View Item