KONTEKSTUALISASI KITAB QURROT AL ‘UYUN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN GENDER Studi Relasi Interaksi Laki-laki dan Perempuan dalam Pernikahan di Pesantren

Afwah Mumtazah, (2011) KONTEKSTUALISASI KITAB QURROT AL ‘UYUN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN GENDER Studi Relasi Interaksi Laki-laki dan Perempuan dalam Pernikahan di Pesantren. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
PPI-116020004.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://repository.syekhnurjati.ac.id

Abstract

Afwah Mumtazah, Kontekstualisasi Kitab Qurrot al ‘Uyun dalam Perspektif Pendidikan Gender, Studi Relasi-Interaksi laki-laki dan Perempuan dalam Pernikahan di Pesantren Qurrot al ‘Uyun adalah kitab fiqh munakahaat yang dikaji di pesantrenpesantren salaf dan majlis ta’lim di Jawa. Keberadaannya benar-benar unik, karena ia di puji , diminati sekaligus dikritisi. Jadwal kelas Qurrot al ‘Uyun di dua komunitas tersebut penuh sesak, menunjukan Qurrot al ‘Uyun direspon positif. Kitab ini dianggap sebagai buku pendidikan seks pesantren, atau buku pendidikan seks islam, karena mushonifnya memaparkan secara detail hubungan suami-istri, dibanding fiqh munakahaat lainnya seperti Uqud al-Lujayn. Apresiasi positif yang dimililki Qurrot al ‘Uyun , ternyata diiringi dengan banyaknya kritikan yang ditujukan kepada hasil pemikiran mushonif kitab ini. Kitab ini dianggap sebagai kitab yang melestarikan nilai-nilai bias gender dalam pesantren, sekaligus memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebagaimana produk fiqh pada umumnya, Qurrot al ‘Uyun juga lahir dipengaruhi oleh pemikiran mushonif yang tidak terlepas dari sosial –kultur dan budaya dimana ia tinggal. Termasuk juga bersinggungan dengan latar belakang pemahaman dan mazhab ketika menafsiri hadits dan ayat al-Qur’an yang berkorelasi dengan perempuan dan pernikahan. Kondisi ini menarik minat penulis, untuk meneliti kitab tersebut dalam bentuk penelitian pustaka ( Library Reseach ), agar dapat melihat sejauh mana pandangan mushonif tentang relasi interaksi laki-laki dan perempuan dalam pernikahan, termasuk mencari peluang kontekstualisasi terhadap penafsiran yang bias menurut perspektif gender. Prinsip Maqashid as-Syari’ah dipilih sebagai alat melakukan kontekstualisasi yang dapat menjembatani pemikiran mushonif dan perspektif gender. Dengan upaya ini, dapat diketahui apakah masih relevan Qurrot al ‘Uyun dijadikan kurikulum fiqh munakahaat di pesantren dalam konteks sekarang?, dan apakah benar kehadirannya masih dipandang sebagai pemicu KDRT dalam pernikahan, setelah adanya kontekstualisasi terhadap ayat-ayat yang bias tersebut?. Analisis tesis ini akan mengulas lebih jauh tentang itu.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Islam > Psikologi Pendidikan Islam
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 03 May 2017 03:30
Last Modified: 03 May 2017 03:30
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/2521

Actions (login required)

View Item View Item