LITERASI KEUANGAN SYARIAH DI KALANGAN PONDOK PESANTREN

Rita Kusumadewi, RK and Ayus Ahmad Yusuf, and Wartoyo, (2019) LITERASI KEUANGAN SYARIAH DI KALANGAN PONDOK PESANTREN. CV. ELSI PRO, Cirebon. ISBN 978-602-1091-89-0

[img]
Preview
Text
Literasi Keuangan Syariah - Rita Kusuma Dewi.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: web.syekhnurjati.ac.id

Abstract

Literasi keuangan dapat didefinisikan sebagai pengetahuan seseorang mengenai keuangan dan cara mengelolanya yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan (Lusardi & Mitchell : 2014, 2015). Literasi keuangan merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap orang agar terhindar dari masalah keuangan. Masalah keuangan tidak hanya terjadi pada sisi hulu saja (pendapatan) melainkan lebih ke hilir (pengelolaan) keuangan. Berdasarkan survey yang pernah dilakukan Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) tahun 2016 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 29,7%, sedangkan inklusi keuangan sebesar 67,8% naik dari survey tahun 2013 yang sebesar 59,27%. Berdasarkan data tersebut juga menunjukkan bahwa daerah paling rendah tingkat literasi keuangannya di Provinsi Jawa Barat adalah daerah Cirebon dengan tingkat literasi keuangan sebesar 18,7%. Jauh di bawah Bandung 49,2% dan Tasikmalaya 30,0%. Hal ini menjadi ironi karena secara geografis wilayah Cirebon adalah wilayah yang lebih urban karena merupakan jalur utama transportasi dari Jakarta ke kota-kota besar lainnya di bagian timur. Selain itu, Cirebon juga merupakan daerah yang banyak memiliki pondok pesantren besar, sehingga dijuluki sebagai Kota Wali. Metode penelitian yang digunakan adalah: deskriptive dan explanatory survey. Objek penelitian adalah variabel yang akan diteliti dalam hal ini adalah tingkat literasi keuangan dan variabel-variabel yang mempengaruhinya. Subjek pada penelitian ini adalah para pengelola dan guru di pondok pesantren. Pengamatan menggunakan cakupan waktu “one shoot”/cross sectional yaitu kurang dari satu tahun. Jangka waktu penelitian akan dilakukan selama 6 bulan yaitu Bulan Mei sampai Bulan Oktober 2018. Lokasi penelitian dalakukan di 10 Pondok Pesantren di kawasan Wilayah III Cirebon. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa Pemahaman pengelolaan pengeluaran pribadi masuk pada kategori well literate, pemahaman ekonomi syariah dan perbankan syariah masuk pada kategori sufficient literate, adapun pemahaman asuransi syariah asuransi syariah dan pasar modal syariah masuk pada kategori less literate. Dengan demikian perlu kiranya sikembangkan strategi dan inovasi baru dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat muslim khususnya di kalangan Pondok Pesantren. Kata Kunci : Literasi Keuangan, Keuangan Syariah, Pondok Pesantren

Item Type: Book
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Perbankan Syariah
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 23 Apr 2019 15:40
Last Modified: 25 Apr 2019 09:50
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/3148

Actions (login required)

View Item View Item