Peranan Pendidikan Multikultural dalam Menangkal Sikap dan Perilaku Radikalisme Santeri di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka

Eti Nurhayati, and Yayah Nurhidayah, (2019) Peranan Pendidikan Multikultural dalam Menangkal Sikap dan Perilaku Radikalisme Santeri di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka. LP2M, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon. ISBN 978-623-94414-6-3

[img]
Preview
Text
Eti Nurhayati & Yayah Nurhidayah __ FIX.pdf

Download (6MB) | Preview
Official URL: web.syekhnurjati.ac.id

Abstract

Menjadi radikal tampaknya merupakan sebuah tren baru di kalangan remaja, karena memiliki pemikiran, sikap, dan perilaku radikal dianggap keren, gagah, berani, kritis, dinamis, berjiwa muda, dan energik. Pendidikan multikultural di pondok pesantren dipandang efektif menangkal sikap dan perilaku radikal. Pondok pesantren Al-Mizan dipilih sebagai objek penelitian karena telah menerapkan Pendidikan Multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran: (1) seting sosial pondok pesantren, (2) pelaksanaan pendidikan multikultural, (3) sikap dan perilaku santeri di pondok pesantren, (4) intermalisasi pendidikan multikultural santeri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan FGD, dan teknik analisis data secara kualitatif dalam bentuk narasi. Kesimpulan penelitian: (1) Seting sosial pondok pesantren Al-Mizan Jatiwangi – Majalengka, didirikan tahun 1999 oleh H. Ahmad Fauzi beserta keluarga H. Kosim Faozan dan Hj. Umi Kulsum sebagai muwakif. Nama Al-Mizan terinspirasi dari QS. Al-Rahman [55]:9) yang mengandung nilai keadilan dan menolak kehancuran. Di bidang pendidikan formal mengelola: TK Islam, SDIT, M.Ts., SMA Islam, SMK; Di pendidikan non formal mengelola pondok pesantren, DTA, PKBM, BLK, dan SMA Terbuka; Di pendidikan informal mengelola KALAMI, BASTOH, AEC, dan tahfidz al-Qur’an. Di bidang da’wah sosial mengelola DKM, MT, Paguyuban Shalawat Akar Jati, LKSA, RPA, dan LAZIS. Di bidang Ekonomi, mengelola Mizan Mart, KOPONTREN, Bank Mini Syariah, dan Tour & Travel Al-Mizan. (2) Pendidikan Multikultural di pondok pesantren Al-Mizan mencakup empat bentuk,yaitu: Suluk Mizani, identitas pondok pesantren, profil pengasuh, pengajaran kitab kuning. (3) Sikap dan perilaku santeri di lingkungan pondok pesantren hampir tidak ada yang memiliki sikap dan perilaku fanatis terhadap satu pendapat, tanpa mengakui pendapat lain; mewajibkan orang lain melaksanakan yang bukan kewajibannya; keras dan kasar yang tidak beralasan, dan menganggap kafir (musuh) kepada orang lain yang tidak sepaham. (4) Internalisasi Pendidikan Multikultural santeri untuk menangkal sikap radikalisme melalui manhaj al-fikr, pengajaran kitab, dan figure ideal sebagai internalisasi multicultural knowledge, dan untuk menangkal perilaku radikalisme melalui manhaj al-haraki dan kegiatan keagamaan, sebagai internalisasi multicultural action/habituation.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Radikalisme, Pondok Pesantren
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 19 Feb 2021 02:32
Last Modified: 22 Feb 2021 01:44
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/4261

Actions (login required)

View Item View Item