Aplikasi Konsep kafa’ah dalam tradisi perjodohan pada Keluarga Kyai Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon

Sahrul Hanafi, (2021) Aplikasi Konsep kafa’ah dalam tradisi perjodohan pada Keluarga Kyai Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img] Text
HALAMAN AWAL .pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (204kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf

Download (389kB)
Official URL: http://syekhnurjati.ac.id

Abstract

Sahrul Hanafi : Aplikasi Konsep kafa’ah dalam tradisi perjodohan pada 1708201014 Keluarga Kyai Buntet Pesantren. Perkawinan, yang dalam istilah Islam disebut "nikah" adalah: melakukan aqad atau kesepakatan untuk mengikatkan diri antara laki-laki dan perempuan untuk melegalkan hubungan seksual antara kedua belah pihak, atas dasar kesukarelaan dan niat baik kedua belah pihak untuk menciptakan kebahagiaan dalam hidup memiliki keluarga yang dipenuhi dengan kasih sayang dan kedamaian dengan cara yang diridhoi oleh Allah. Dalam hukum Islam, keseimbangan, keharmonisan, dan kesetaraan antara suami dan istri disebut kafa’ah atau kufu ', sehingga setiap calon tidak merasa kesulitan untuk menikah. Artinya, laki-laki setara dengan calon istrinya, sederajat kedudukannya, setara dalam taraf sosial dan sederajat sifat dan kekayaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep kafa’ah menurut keluarga pesantren kyai Buntet dalam memilih jodoh bagi putra-putrinya, bagaimana penerapan konsep kafa’ah dalam Tradisi perjodohan dalam keluarga Pesantren Kyai Buntet, dan apa implikasi penerapan konsep kafa 'ah dalam menjaga keutuhan perkawinan dalam keluarga Pesantren Kyai Buntet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perjodohan yang terjadi di antara keluarga Pesantren Kyai Buntet dan untuk mengetahui dampak perjodohan terhadap integritas keluarga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kafa’ah dan perjodohan dalam masalah ini. Berdasarkan pengolahan data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjodohan di Pondok Pesantren terjadi pada zaman dahulu sekitar tahun 1980, namun seiring dengan perkembangan modernisasi perjodohan di Pesantren Buntet tidak lagi sekental dulu. Yang terjadi saat ini adalah dimana orang tua hanya memperkenalkan dan menawarkan kepada putra putri mereka, jika mereka tertarik maka akan dilanjutkan ke pernikahan, jika tidak menjadi masalah, dan itu hanya berlaku untuk anak perempuan. Salah satu dampak perjodohan di Pesantren Buntet adalah rasa kekeluargaan yang tinggi. Kata Kunci: kafa’ah, perjodohan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 08 Sep 2021 08:12
Last Modified: 08 Sep 2021 08:12
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/5205

Actions (login required)

View Item View Item