Kontekstualisasi Hadis Hak Buruh Dalam Perspektif Hermeneutika Hassan Hanafi

Tri Mulyani, (2021) Kontekstualisasi Hadis Hak Buruh Dalam Perspektif Hermeneutika Hassan Hanafi. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img] Text
COVER DLL.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (632kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (423kB)
[img] Text
DAPUS.pdf

Download (533kB)
Official URL: http://web.syekhnurjati.ac.id

Abstract

ABSTRAK Tri Mulyani (1708307014) “Kontekstualisasi Hadis Hak Buruh Dalam Perspektif Hermeneutika Hassan Hanafi”. Penelitian ini didasari atas fenomena yang terjadi dalam dunia kerja. Terdapat banyak eksploitasi hak-hak buruh atau pekerja di dalamnya. Padahal dalam Islam (hadis) memerintahkan untuk memperlakukan buruh dengan baik seperti memberikan hak-hak mereka. Teks (hadis) tersebut dipahami secara tekstual dan perlu juga dipahami secara kontekstual supaya hadis dapat berlaku di sepanjang masa kapan pun dan dimana pun Terdapat 2 poin yang menjadi rumusan masalah penelitian ini yaitu, 1) bagaimana kualitas dan kuantitas hadis hak buruh? 2) bagaimana kontekstualisasi hadis hak buruh perspektif hermeneutika Hassan Hanafi. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif. Metode Maudu‟i cara mengumpulkan hadis-hadis yang satu tema. Dalam melakukan penelitian, peneliti meneliti pada 9 kitab hadis primer dan beberapa kitab hadis sekunder sebagai pendukung penelitian, Mu‟jam, Tahẓīb, dan dibantu dengan aplikasi Gawamee dan Eksiklopedia Hadis. Hasil kajian yang diperoleh penelitian ini, peneliti mendapatkan 2 hadis pertama tentang tidak membayar upah buruh, dan kedua tentang menunda upah buruh. Hadis pertama, jalur yang penulis teliti berasal dari jalur Ṣahih Bukhārī, hadis tersebut memiliki kualitas ḥasan. Hadis kedua, diriwayatkan oleh Sunan Ibn Mājah adalah ḥasan li gairihi. Keduanya dapat digunakan sebagai ḥujjah. Supaya hadis dapat diaplikasikan masa kini, perlunya kontekstualisasi hadis. Tentunya harus dikaji dengan integrasi keilmuan salah satunya adalah hermeneutika Hassan Hanafi yang mencangkup 3 langkah yaitu: 1) kritik historis, 2) kritik eidetis, 3) kritik praksis. Kontekstualisasi hadis Nabi mengenai hak upah buruh tidak hanya membicarkan hak upah saja. Seperti yang dialami Rasulullah Saw ketika menjadi karyawan Sayyidah Khodijah yang memperlakukan Rasul ketika menjadi karyawannya atau buruhnya dengan baik. Teks hadis yang berbunyi a‟ṭū al-ajīro ajrohu (bayarlah upah pekerja) mempunyai makna beberapa hak yang harus didapatkan Buruh dengan tujuan melindungi dan mensejahterakan kaum buruh di antaranya: Hak mendapatkan kesempatan pelatihan, hak upah yang layak, hak mendapatkan upah tepat waktu, hak istirahat, hak jaminan sosial ,hak pesangon, hak mendapatkan pekerjaan, hak berserikat, hak cuti menstruasi, hamil, melahirkan, menyusui, hak libur, hak melaksanakan ibadah, dan hak tunjangan. Kata Kunci: Hadis, Hak Upah, Buruh, Hermeneutika Hassan Hanafi.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama
Filsafat, Psikologi, Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Hadist
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 15 Sep 2021 01:52
Last Modified: 15 Sep 2021 05:35
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/5326

Actions (login required)

View Item View Item