SEJARAH DAN EKSISTENSI TRADISI NYIRAMKEUN PUSAKA DI MUSEUM TALAGAMANGGUNG KECAMATAN TALAGA KABUPATEN MAJALEGKA

IIK IQBAL MUTTAQIN, (2021) SEJARAH DAN EKSISTENSI TRADISI NYIRAMKEUN PUSAKA DI MUSEUM TALAGAMANGGUNG KECAMATAN TALAGA KABUPATEN MAJALEGKA. Bachelor thesis, Sejarah Kebudayaan Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI_Iqbal_BAB I.pdf

Download (498kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI_Iqbal_BAB V.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI_Iqbal_Daftar Pustaka.pdf

Download (307kB) | Preview
Official URL: http://web.syekhnurjati.ac.id

Abstract

ABSTRAK Tradisi nyiramkeun pusaka merupakan kegiatan pencucian benda-benda pusaka di museum Talagamanggung yang dilaksanakan secara turun-temurun setiap tahunnya pada tanggal 13 di bulan Safar. Tradisi ini merupakan satu-satunya kegiatan yang mempunyai nama di tingkat kecamatan bahkan kabupaten sehingga menjadi ciri khas dan kebanggaan untuk masyarakat kecamatan Talaga. Namun dari jumlah keseluruhan masyarakat di kecamatan Talaga, sebagian besar mereka belum mengetahui bahkan tidak ingin tahu tentang tradisi tersebut. Maka dalam skripsi ini penulis mencoba merumuskan tujuan untuk membahas bagaimanakah sejarah perkembangan kontemporer dan esksistensi museum Talagamanggung beserta tradisi nyiramkeun pusaka. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi historis yang melalui empat tahapan. Pertama, pencarian/pengumpulan sumber data (heuristic). Kedua, verifikasi sumber data (kritik). Ketiga, penjabaran sumber data (interpretasi). Keempat, penulisan sumber data (historiografi). Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa awalnya museum Talagamanggung bernama “Bumi Alit” pada tahun 1820 M. Dalam upaya melestarikan dan menitik beratkan pada keamanan benda pusaka dari hal-hal yang tidak diinginkan, keprabonan Talaga membentuk Yayasan Talagamanggung pada tahun 1991 M. Pada tahun 1993 M, pemerintah daerah kabupaten Majalengka merealisasikan pemugaran Bumi Alit menjadi museum Talagamanggung yang terus mengalami perubahan dari segi infrastruktur bangunan sampai saat ini. Sejarah munculnya tradisi nyiramkeun pusaka diawali perpindahan kekuasaan kerajaan Talagamanggung ke Sindangkasih atas perintah dari VOC. Sehingga menyebabkan benda pusaka yang ada di Talaga menjadi tidak berfungsi dan tidak terawat dengan baik. Untuk mengantisipasi kerusakan, diadakanlah kegiatan pencucian benda pusaka yaitu kegiatan Nyiramkeun Pusaka. Dalam perkembanganya, sebelum tahun 2000 M tradisi ini dilaksanakan tertutup. Setelah tahun 2000 M, ada keterbukaan pemikiran dari pengurus Yayasan untuk melaksanakan tradisi ini secara umum. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini terus mengalami perkembangan di bagian rangkaian dan dokumentasi kegiatan. Kata kunci : nyiramkeun pusaka, sejarah dan eksistensi

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Ilmu Sejarah > Sejarah Peradaban
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Sejarah Kebudayaan Islam
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 29 Sep 2021 07:34
Last Modified: 30 Sep 2021 04:22
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/5567

Actions (login required)

View Item View Item