Respon Kepala Kua Terhadap Program Bimbingan Sertifikasipranikah (Studi Di Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah)

Baqi Nurrohman, (2020) Respon Kepala Kua Terhadap Program Bimbingan Sertifikasipranikah (Studi Di Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah). Bachelor thesis, Hukum Keluarga IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img] Text
3. Skripsi Baqi Nurrohman-1-23.pdf

Download (936kB)
[img] Text
3. Skripsi Baqi Nurrohman-24-36.pdf

Download (356kB)
[img] Text
3. Skripsi Baqi Nurrohman-82-83.pdf

Download (92kB)
[img] Text
3. Skripsi Baqi Nurrohman-84-88.pdf

Download (225kB)
Official URL: http://syekhnurjati.ac.id

Abstract

BAQI NURROHMAN, NIM 1608201050, “ RESPON KEPALA KUA TERHADAP PROGRAM BIMBINGAN SERTIFIKASIPRANIKAH (STUDI DI KABUPATEN TEGAL PROVINSI JAWA TENGAH)”, 2020. Kehidupan setelah menikah pasti berbeda dengan kehidupan sebelumnya, dan juga persoalan yang semakin kompleks dan tidak sedikit pasangan yang bercerai karena kurangnya memahami hak dan kewajiban suami istri, untuk mengurangi resiko bercerai pemerintah berusaha mengoptimalkan Badan Penasehatan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4), namun kurang memberikan efek terhadap suami istri, kemudian pemerintah melalui binmas Islam mengeluarkan peraturan tentang penyelenggaraan bimbingan pranikah pada Tahun 2009, kemudian disempurnakan pada Tahun 2013 namun yang terjadi dilapangan bimbangan pranikah masih banyak kendala, kemudian menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berencana menekan angka perceraian di Indonesia dengan program bimbingan sertifikasi pranikah. Penelitan ini bertujuan untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang menjadi rumusan masalah: “Bagaimana respon kepala KUA terhadap program bimbingan sertifikasi pranikah dan bagaimana urgensi program bimbingan sertifikasi pranikah”. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan mengunakan metode pendekatan studi di 5 KUA kabupaten Tegal, data yang dikumpulkan dengan cara interview (wawancara), observasi, dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini :Bimbingan pranikah merupakan upaya pemerintah dalam menekan tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga dan problem keluarga lainnya dan program kursus pranikah masih bersifat anjuran bukan kewajiban. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya konsekuensi bagi pasangan yang akan menikah namun tidak mengikuti kursus ini, dan dengan program bimbingan sertifikasi pranikah semua kepala KUA Kabupaten Tegal setuju, dan merespon baik program bimbingan sertifikasi pranikah, karena bimbingan pranikah merupakan modal awal untuk menjalani kehidupan berumah tangga, dan urgensinya sangat perlu karena bimbingan sertifikasi pranikah tidak hanya tentang membentuk keluarga sakinah, tetapi didalamnya juga terdapat pelatihan, dan pemberian modal untuk usaha bagi calon pengantin yang belum mempunyai pekerjaan dan denganmengoptimalkan bimbingan pranikah atau membuat peraturan dengan regulasi yang jelas tentang bimbingan sertifikasi pranikah yang baik pasti akan berdampak baik buat pasangan yang akan menikah dan mengurangi perceraian serta segala macam bentuk persoalan dalam keluarga. Kata Kunci : Respon Kepala KUA, Program Bimbingan Sertifikasi Pranikah

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 13 Oct 2021 01:54
Last Modified: 13 Oct 2021 01:54
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/5653

Actions (login required)

View Item View Item