Problematika Perkawinan Anak Di Bawah Umur Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon (Studi Kasus Dalam Perspektif UU 1 / 1974 Jo UU 16 / 2019)

Sigit Alfianto, (2020) Problematika Perkawinan Anak Di Bawah Umur Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon (Studi Kasus Dalam Perspektif UU 1 / 1974 Jo UU 16 / 2019). Bachelor thesis, Hukum Keluarga IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img] Text
10. SKRIPSI SIGIT-1-18.pdf

Download (2MB)
[img] Text
10. SKRIPSI SIGIT-19-30.pdf

Download (994kB)
[img] Text
10. SKRIPSI SIGIT-77-78.pdf

Download (246kB)
[img] Text
10. SKRIPSI SIGIT-79-82.pdf

Download (569kB)
Official URL: http://syekhnurjati.ac.id

Abstract

SIGIT ALFIANTO. NIM: 1608201056, “PROBLEMATIKA PERKAWINAN ANAK DI BAWAH UMUR KELURAHAN ARGASUNYA KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBON (Studi Kasus Dalam Perspektif UU 1 / 1974 Jo UU 16 / 2019)”. Perkawinan merupakan ikatan lahir batin yang mengikat calon pengatin laki-laki dan perempuan sesuai dengan syarat dan rukun tertentu. Dalam agama sendiri hukum perkawinan sendiri tergantung dari keadaan si mempelai bisa wajib, sunnah, mubah bahkan haram membuat perbedaan hukum perkawinan semata-mata dari keadaan calon mempelai dan posisi mempelai. Perkawinan sendiri tidak hanya diatur secara agama namun juga diatur dalam negara membuathal tersebut bertujuan adanya perlindungan atau payung hukum bagi mempelai. Perkawinan juga diatur mengenai usia perkawinan hal tersebut merupakan faktor penting untuk perkawinan agar sejalan sesuai dengan tujuan perkawinan. Karena usia dewasa mempunyai emosi yang lebih dikontrol dalam menyikapi permasalahan rumah tangga. Tetapi masyarakat desa Argasunya perkawinan anak adalah hal yang sudah biasa sering terjadi karena perkawinan diusia tersebut mengedepankan aspek agama agar tidak berbuat zina membuat adanya perkawinan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab faktor-faktor mendorong terjadinya perkawinan anak di Kelurahan Argasunya danmenganalisis kondisi dampak sosial terhadap perkawinan anak di Kelurahan Argasunya tersebut. Penelitian ini menggunakan teori rasionalitas yaitu cara pandang sosial mengenai tingkah laku masyarakat dilihat dari aspek rasionalnya saja. Adapun penelitiannya dengan penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan adalah dengan cara dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, faktor pendorong dilakukannya perkawinan anak adalah faktor agama yaitu adanya kekhawatiran dari pihak masyarakat, terjadinya perzinahan. namun sayanngnya pihak masyarakat Argasunya cenderung mengabaikan dampak negatif dari perkawinan.. Kata Kunci: Perkawinan, zina, Argasunya.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 15 Oct 2021 02:57
Last Modified: 23 Oct 2021 12:06
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/5660

Actions (login required)

View Item View Item