TELAH PEMIKIRAN SYAIKH TAQIYUDDIN AN-NABHANI DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOSIAL

SAPI’I, (2013) TELAH PEMIKIRAN SYAIKH TAQIYUDDIN AN-NABHANI DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOSIAL. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
SAPI'I_59440918_ok-min.pdf

Download (681kB) | Preview
Official URL: http://repository.syekhnurjati.ac.id

Abstract

SAPI’I, 59440918 : “TELAAH PEMIKIRAN SYAIKH TAQIYUDDIN ANNABHANI DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOSIAL” Taqiyuddin an-Nabhani banyak mendapat pengaruh dari kakeknya, Syaikh Yusuf an-Nabhani, dan menimba ilmu yang luas, pertumbuhan Taqiyuddin an-Nabhani dalam suasana keagamman yang kental seperti itu mempunyai pengaruj yang besar dalam pembentuikan dan kerpibadian. Taqiyuddin telah hafal Quran seluruhnya dalam usia yang amat muda, yaitu usia dibawah 13 tahun. Taqiyuddin juga mulai mengerti masalah-masalah politik yang penting, dimana kakek Taqiyuddin an-Nabhani mengalami langsung peristiwaperistiwanya, karena mempunyai hubungan erat dengan penguasa Daulah Utsmaniyah saat itu . Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang biografi dan karya-karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, teori-teori Syaikh Taqiyuddin an- Nabhani tentang Psikologi, seperti tentang Naluri (Gharizah), Persepsi (Mafahim), hingga Membentuk Perilaku Sosial Sebagai kerangka pemikir, perilaku sebagai respon akan sangat ditentukan ditentukan oleh keadaan stimulusnya, dan individu atau organisme tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan perilakunya, hubunngan stimulus dan respon seakan-akan bersifat mekanistis. Pandangan semacam ini pada umunya merupakan pandangan yang bersifat behavioristis.aliran kognitif yang memandang perilaku individu merupakan respon dari stimulus, namun dalam diri individu itu ada kemampuan untuk menentukan perilaku yang diambilnya. Perilaku Sosial menurut Taqiyuddin an-Nabhani sendiri, merupakan sebuah proses yang terbentuk dari adanya dorongan-dorongan naluri yang dimana sebelum manusia berbuat telah terjadi proses pemaham terhadap situasi dan kondisi yang disebut dengan mafahim/persepsi, sehingga baru terbentuklah perilaku sosial manusia. Penelitian ini dilakukan metodologi penelitian kepustakaan, pengumpulan data, analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan literature (studi pustaka) untuk mendapatkan informasi mengenai masalah yang diteliti. Sedangkan analisis data dilakukan untuk memberikan uraian secara deskriptif dan menarik kesimpulan dari uraian tersebut. Dari analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian membuktikan bahwa membentuk perilaku sosial manusia itu berawal dari sebuah dorongan dari Naluri/Gharizah, yang dimana telah terjadi proses pemahaman atau mafahim, sehingga perilaku sosial manusiaselalu tergantung dengan mafahimnya (persepsinya), contoh sederhannya adalah, mafahim (persepsi) kita terhadap orang lain yang kita benci akan sangat berbeda dengan perilaku kita terhadap orang yang dicintai. Hal ini juga terjadi kepada anak-anak, perbedaanya adalah anak-anak sendiri belum mepunyai kesadaran yang penting bagaimana perilaku itu buruk atau baik, sehingga untuk mengarahkannya haruslah melalui proses pendidikan yang sesuai dengan dirinya dan tentu saja praktis untuk diamalkan serta membekas kedalam sanubarinya, sehingga teripatlah manusia yang paripurna.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 6. Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 15 Mar 2017 01:56
Last Modified: 15 Mar 2017 01:56
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/857

Actions (login required)

View Item View Item