HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN STUDI KARYAWISATA PADA PELAJARAN SEJARAH DI SMP NEGERI 1 JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA

PICKA DEWI SUPRIANI, (2013) HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN STUDI KARYAWISATA PADA PELAJARAN SEJARAH DI SMP NEGERI 1 JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
PICKA DEWI SUPRIANI_59440962_ok-min.pdf

Download (582kB) | Preview
Official URL: http://repository.syekhnurjati.ac.id

Abstract

PICKA DEWI. S. (59440962), Hubungan Antara Peningkatan Pembelajaran Bermakna dengan Studi Karyawisata pada Pelajaran Sejarah di SMP Negeri 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dan pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antara anak dengan lingkungannnya, baik antar anak dengan anak, anak dengan sumber belajar, maupun anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan memperoleh data tentang “Hubungan Antara Peningkatan Pembelajaran Bermakna dengan Studi Karyawisata pada Pelajaran Sejarah di SMP Negeri 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka”. Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Pembelajaran bermakna ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsepkonsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki peserta didik dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Jadi, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan empirik. Kemudian data yang telah diperoleh dikumpulkan, dianalisis, dan juga disajikan secara kuantitatif. Teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara, teknik angket dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji analisis korelasi, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Hipotesis yang penulis ambil adalah terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan pembelajaran bermakna dengan studi karyawisata. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan pembelajaran bermakna di SMP Negeri 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka sebesar 52,1%. Sedangkan studi karyawisata di SMP Negeri 1 Jatiwangi Kabupaten Majalengka sebesar 61,8%. Dan berdasarkan perhitungan korelasi product moment diperoleh angka 0,208. Hal ini menunjukan hubungan yang rendah atau lemah antara peningkatan pembelajaran bermakna dengan studi karyawisata.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 6. Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 15 Mar 2017 02:03
Last Modified: 15 Mar 2017 02:03
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/860

Actions (login required)

View Item View Item