Pengaruh Diferensiasi Budaya Terhadap Interaksi Sosial Siswa Kelas IX MTs Agama Islam Mertapada Kulon Kabupaten Cirebon

Sri Wahyuningsih, (2022) Pengaruh Diferensiasi Budaya Terhadap Interaksi Sosial Siswa Kelas IX MTs Agama Islam Mertapada Kulon Kabupaten Cirebon. Bachelor thesis, S1 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
awalan dll.pdf

Download (682kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab i.pdf

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab v.pdf

Download (66kB) | Preview
[img]
Preview
Text
dapus.pdf

Download (132kB) | Preview

Abstract

Diferensiasi budaya yakni sebuah perbedaan yang terjadi pada struktur sosial budaya yang tidak memberikan pandangan lebih baik, antara budaya satu dengan budaya lainnya. Interaksi sosial merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sosial karena memiliki hubungan timbal balik didalamnya baik individu satu dengan individu lainnya atau kelompok dengan kelompok lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian yang digunakan kausal komparatif (Ex Post Facto), mengemukakan penelitian itu dilakukan sesudah perbedaan-perbedaan dalam variabel bebas karena perkembangan kejadian itu secara alami. 50 sampel, data yang diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket yang disebarkan kepada siswa dan dianalisis secara ststistik atau kuantitatif. Berdasarkan hasil pemaparan yang sudah dijelaskan pada latar belakang serta rumusan masalah dalam skripsi, dapat diketahui tujuan penelitian ini yaitu “Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh diferensiasi budaya terhadap interaksi sosial siswa kelas IX MTs Agama Islam Mertapada Kulon”. Diferensiasi budaya yang terjadi di lingkungan pendidikan akan membuat siswa yang merasa berbeda budaya dengan yang lainnya akan merasa tertekan dan tidak nyaman ada dilingkungan tersebut. Dalam penerapannya terdapat beberapa siswa yang bukan berasal dari daerah sekitar sekolahnya, hal inilah yang biasanya menyebabkan siswa harus beradaptasi dengan lingkungan baru baik itu budaya yang ada disekolah maupun budaya lingkungan sekitar sekolah yang mempengaruhinya. Jika siswa sudah merasa berbeda budaya biasanya siswa akan kesulitan berinteraksi, karena faktor dari individu tersebut merupakan salah satu hal yang menentukan individu bisa berinteraksi sosial dengan baik atau tidak. Hasil dari penelitian ini menunjukan berdasarkan jumlah penghitungan skala likert mendapatkan hasil 0% sangat setuju (STS), 1% tidak setuju (TS), 8% ragu�ragu (RR), 47% setuju (S), dan 44% sangat setuju (SS) dalam persentase skala likert yakni masuk kategori cukup karena perolehan nilai rata-ratanya 4.17 (41%) berada dalam rentang angka 40% – 59,99% = Cukup. Berdasarkan uji T untuk variabel diferensiasi budaya (X) terhadap variabel interaksi sosial (Y) menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,00 nilai ini lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05) dan nilai thitung lebih besar dari pada ttabel (11,414 > 2,021). Maka keputusannya yang diambil yakni Ho ditolak dan Ha diterima, bahwa terdapat pengaruh diferensiasi budaya secara signifikan. Berdasarkan uji yang telah dilakukan peneliti nilai R Square sebesar p.731, hal ini menjelaskan bahwa pengaruh variabel (Diferensiasi Budaya) terhadap Y(Interaksi Sosial) yakni sebesar 73.1% dan sisanya sebesar 27.0% dijelaskan oleh faktor lain selain dari variabel indepen tersebut.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Diferensiasi, Budaya, Interaksi Sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 6. Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 19 Dec 2022 07:56
Last Modified: 19 Dec 2022 07:57
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/8705

Actions (login required)

View Item View Item