INTIMATE RELATIONSHIP DALAM KELUARGA ISLAM (Studi Upaya Membangun Keharmonisan Keluarga Pekerja Industri Batik pada Masa Pandemi COVID-19 di Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon)

Novi Fitriani, (2022) INTIMATE RELATIONSHIP DALAM KELUARGA ISLAM (Studi Upaya Membangun Keharmonisan Keluarga Pekerja Industri Batik pada Masa Pandemi COVID-19 di Desa Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon). Masters thesis, S2 Hukum Keluarga Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
AWALAN DLL.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (615kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAPUS.pdf

Download (289kB) | Preview

Abstract

Keharmonisan dalam keluarga adalah tujuan yang ingin dicapai oleh setiap pasangan yang sudah berumah tangga. Salah satu hal penting yang harus ada untuk menjaga keharmonisan keluarga adalah cinta. Dalam teori segitiga cinta (The Triangular Theory of Love) Sternberg disebutkan bahwa terdapat tiga komponen cinta yang dapat menjadi fondasi bagi keharmonisan keluarga, yakni salah satunya adalah komponen intimacy atau keintiman. Masa pandemi COVID-19 realitanya telah mendisrupsi tatanan kehidupan keluarga, yang membuat keresahan dalam keluarga ini berkebalikan dengan harapan setiap keluarga karena menjadi banyak persoalan baru yang dihadapi dan menjadi tantangan tersendiri. Hal ini dirasakan oleh keluarga pekerja industri batik di Desa Trusmi yang semenjak pemerintah mengeluarkan aturan psyhical distancing membuat keadaan perekonomian menurun drastis atau bahkan rutinitas perekonomian terhenti sehingga mengalami kesulitan dalam melaksanakan fungsi-fungsi keluarga dan berpotensi terjadinya disharmoni dalam keluarga. Tulisan ini membahas tentang bagaimana pemahaman pekerja industri batik Trusmi tentang konsep keintiman hubungan dalam keluarga, seperti apa hambatan dan problematika yang dialami pekerja industri batik Trusmi dalam membangun relasi internal keluarga di masa pandemi COVID-19, serta bagaimana upaya yang dilakukan oleh keluarga pekerja industri batik Trusmi untuk mencapai intimate relationship di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah, pertama: pemahaman keluarga pekerja industri batik terkait konsep keintiman hubungan dalam keluarga yakni tidak semua keluarga memiliki pemahaman yang jelas tentang konsep intimate relationship. Sebagian besar keluarga pekerja industri batik Trusmi menyatakan bahwa konsep intimate relationship atau keintiman dalam keluarga erat kaitannya dengan keharmonisan dalam keluarga, atau lebih dikenal dengan sebutan keluarga saki>nah. Sekalipun dalam suatu keluarga tidak mengetahui dengan jelas konsep intimate relationship, namun konsep tersebut diimplementasikan dalam membangun dan menjaga keharmonisan keluarga di masa pandemi COVID-19. Kedua, terdapat 5 jenis hambatan dan problematika dalam keluarga pekerja industri batik di masa pandemi COVID-19 yang menjadi faktor pemicu disharmoni dalam keluarga yaitu ketidakstabilan kondisi finansial keluarga, pengendalian emosi yang kurang baik, pembagian peran yang tidak seimbang, komunikasi dan kejenuhan. Ketiga, terdapat 5 upaya yang dilakukan oleh keluarga pekerja industri batik untuk mencapai intimate relationship dalam keluarga Islam di masa pandemi COVID-19 yaitu memperbaiki cara berkomunikasi, melakukan kegiatan bersama, kesalingan memberi dukungan emosional, pembagian peran yang seimbang serta meningkatkan ibadah dan berpegangan pada nilai agama.

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Keintiman, Keluarga, Harmonis
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Perdata Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 23 Feb 2023 04:41
Last Modified: 23 Feb 2023 04:42
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/9937

Actions (login required)

View Item View Item