Hiperseks sebagai alasan pengajuan khulu di tinjau dari Maqa>s}id Syari>’ah

MELI AMALIYAH, (2022) Hiperseks sebagai alasan pengajuan khulu di tinjau dari Maqa>s}id Syari>’ah. Bachelor thesis, S1 Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) IAIN SNJ.

[img]
Preview
Text
1415201032_1_cover.pdf

Download (880kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1415201032_2_bab1.pdf

Download (498kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1415201032_6_bab5.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1415201032_7_dafpus.pdf

Download (243kB) | Preview

Abstract

MELI AMALIYAH. NIM:1415201032.“Hiperseks sebagai alasan pengajuan khulu di tinjau dari Maqa>s}id Syari>’ah”,2022. Sejak lahir Manusia telah di lengkapi Allah dengan kecendrungan seks (libido seksual),oleh karena itu untuk menghindari terjadinya perbuatan keji pada diri manusia, maka Allah telah menyediakan wadah yang sudah sesuai dengan ajaran Islam demi terselenggranya penyaluran tersebut sesuai dengan derajat manusia yakni melalui perkawinan. Akan tetapi perkawinan bukanlah semata-mata untuk menunaikan hasrat biologis saja atau dengan kata lain untuk sekedar memenuhi kebutuhan reproduksi saja. Melainkan perkawinan dalam islam mempunyai multi aspek yang menyiratkan banyak hikmah didalamnya, salah satunya adalah untuk melahirkan ketentraman dan kebahagiaan hidup yang penuh dengan mawaddah warrahmah. Islam mengajarkan untuk menggauli istri dengan lembut, dan tidak menyakiti istri ketika melakukan hubungan intim, apalagi sampai melakukan kekerasan dalam berhubungan intim, hal ini diterangkan dalam Al-Qur‟an surat An-Nisa ayat 19. Namun pada praktiknya ajaran ini justru asing dan tidak terbukti. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan kajian ilmiah mengenaiHiperseks sebagai alasan pengajuan khulu di tinjau dari Maqa>s}id Syari>’ah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dimana sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi akan dianalisis dengan metode deskriptif analisis sehingga lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Adapun hasil penelitian ini adalah menujukan bahwa pentingnya kesetaraan mengenai hasrat seksual bagi suami istri.Dan seharusnya suami bisa mengendalikan hasrat seksualnya dengan baik.Namun, seorang suami hiperseks tidak bisa mengendalikan syahwat dan nafsu seksualnya dengan baik. Maka, dengan mudah ia melakukan berbagai bentuk penyimpangan seksual, sehingga memberikan kemudharatan bagi dirinya dan pasangannya. Oleh karena itu, hukum islam memperbolehkan khulu untuk menghindari kemudharatan baik di dunia dan di akhirat. Kata kunci: Khulu, Hiperseks, Maqashid Syariah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 17 Jan 2024 04:47
Last Modified: 17 Jan 2024 04:47
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/12474

Actions (login required)

View Item View Item