Urgensi Praktik Taklik Talak Dalam Upaya Perlindungan Hak-Hak Perempuan Perspektif Ulama Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon

Alfiyah Faizah Dwiyanti, (2024) Urgensi Praktik Taklik Talak Dalam Upaya Perlindungan Hak-Hak Perempuan Perspektif Ulama Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon. Bachelor thesis, S1 Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) IAIN SNJ.

[img]
Preview
Text
2008201106_1_cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
2008201106_2_bab1.pdf

Download (625kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2008201106_6_bab5.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2008201106_7_dafpus.pdf

Download (568kB) | Preview

Abstract

Kompilasi Hukum Islam (KHI) pada pasal 1 huruf e menegaskan bahwa taklik talak merupakan “Perjanjian yang diucapkan calon mempelai pria setelah akad nikah yang dicantumkan dalam Akta Nikah berupa janji talak yang digantungkan kepada sesuatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang”. Dalam pelaksanaan atau penerapannya, taklik talak juga tak terlepas dari kedudukan para ulama yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat memengaruhi regulasi hukum yang ada pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perspektif ulama Buntet Pesantren mengenai urgensi praktik taklik talak dalam upaya perlindungan hak-hak perempuan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif, khususnya dengan menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat empiris. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara dengan beberapa ulama Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon. Sumber data sekunder yang digunakan ialah semua literatur yang terkait dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui berbagai metode seperti observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik pengelolaan dan analisis data menggunakan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya taklik talak dalam perlindungan hak-hak perempuan tercermin dalam kemungkinan talak diberikan bukan hanya oleh suami, tetapi juga oleh istri jika ia tidak ridho terhadap perlakuan suami. Hal tersebut sejalan dengan maqashid syariah. Pada umumnya ulama Buntet Pesantren berpendapat bahwa taklik talak melindungi hak-hak perempuan. Namun demikian, ulama Buntet Pesantren berbeda pendapat dalam hal yang bisa diklasifikasikan pada dua kelompok, yaitu: taklik talak secara penuh melindungi hak-hak perempuan dan taklik talak tidak secara penuh melindungi hak-hak perempuan. Kata Kunci: Urgensi, Taklik Talak, Perlindungan Perempuan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 01 Mar 2024 08:57
Last Modified: 01 Mar 2024 09:03
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/12715

Actions (login required)

View Item View Item