Implementasi Etika Bisnis Pada Para Pelaku Usaha Industri Tahu Dalam Sudut Pandang Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus: Para Pelaku Usaha Industri Tahu di Desa Cisambeng Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka)

Nita Winiati, (2024) Implementasi Etika Bisnis Pada Para Pelaku Usaha Industri Tahu Dalam Sudut Pandang Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus: Para Pelaku Usaha Industri Tahu di Desa Cisambeng Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka). Bachelor thesis, S1-Hukum Ekonomi Syariah UIN SSC.

[img] Text
2108202064_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2108202064_2_bab1.pdf

Download (422kB)
[img] Text
2108202064_6_bab5.pdf

Download (256kB)
[img] Text
2108202064_7_dafpus.pdf

Download (301kB)

Abstract

Tahu merupakan salah satu produk unggulan dari Desa Cisambeng yang telah lama menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian masyarakat setempat. Namun, dalam praktiknya, terdapat fenomena di mana beberapa oknum pelaku usaha mencampur tahu BS (tahu sisa) dalam proses distribusi/pemasarnnya. Meskipun secara umum kualitas tahu di desa ini tetap terjaga, praktik tersebut menimbulkan tantangan dalam penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam. Hal ini, menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pelaku usaha menerapkan nilai-nilai etika bisnis Islam yang menjadi prinsip penting dalam hukum ekonomi syariah pada aktivitas bisnis industri tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan etika bisnis pada para pelaku usaha Industri tahu di Desa Cisambeng, kendala dan upaya dari penerapan etika bisnis pada industri tahu di Desa Cisambeng dan pandangan hukum ekonomi syariah terhadap penerapan etika bisnis pada para pelaku usaha industri tahu di Desa Cisambeng. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, dan kemudian dianalisis dengan metode deskriptif analisis. Adapun hasil dari penelitian ini: penerapan etika para pelaku usaha industri pabrik tahu pada praktek produksi sudah sangat baik dalam penerapan etika bisnisnya hanya beberapa kendala seperti pemilihan kualitas bahan baku kedelai yang dipengaruhi oleh dinamika pasar dan ketersediaan modal, dan belum terciptanya standar kebersihan yang ketat dalam proses pelaksanaanya. Adapun pada praktek distribusi para pelaku usaha sudah menerapkannya dengan cukup baik. Hanya, adanya beberapa oknum pelaku usaha yang melakukan pencampuran tahu BS dan tahu baru produksi dalam proses distribusi menjadikan adanya indikasi pelanggaran etika pada proses distribusi. Kendala penerapan etika bisnis para pelaku usaha industri pabrik tahu diantaranya, yaitu kualitas bahan baku, kebersihan dan tahu BS/tahu sisa, meskipun begitu, mereka tetap berupaya menjaga mutu tahu dengan memilih kedelai yang baik walaupun pada kualitas standar, serta dalam hal pengelolaan dan proses produksi yang baik dan apik, menjaga kebersihan alat, lingkungan, dan air untuk meminimalkan risiko kontaminasi dan memanajemen tahu BS dengan baik, pelaku usaha berusaha menjual tahu sisa secara terpisah tanpa mencampurkannya dengan tahu baru. Pandangan hukum ekonomi syariah terhadap etika bisnis para pelaku usaha industri tahu di Desa Cisambeng sudah memenuhi prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah seperti prinsip siap menerima resiko, tidak melakukan penimbunan, tidak monopoli, ta’awun (tolong menolong), keadilan, serta prinsip kebersamaan dan persamaan, hanya karena adanya beberapa oknum pada prinsip kejujuran (amanah) serta kebenaran belum sepenuhnya terpenuhi. Kata Kunci: Pelaku Usaha, Etika Bisnis Islam, dan Hukum Ekonomi Syariah

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 26 Feb 2025 07:34
Last Modified: 26 Feb 2025 07:34
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/14878

Actions (login required)

View Item View Item