Fitri Amaliah, (2024) ANALISIS PRAKTIK PENGANGKATAN ANAK DIBAWAH TANGAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM DAN UU NO. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Sumber). Masters thesis, UIN Siber Syekh Nurjati.
![]() |
Text
AWALAN -DAFTAR ISI.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Download (433kB) |
![]() |
Text
BAB V.pdf Download (219kB) |
![]() |
Text
DAPUS.pdf Download (300kB) |
Abstract
Fakta menunjukkan bahwa tidak sedikit perkawinan yang dibangun dengan susah payah pada akhirnya bubar, karena kemelut rumah tangga yang disebabkan tidak adanya keturunan di tengah-tengah mereka. Beberapa kasus yang sering terjadi di Indonesia yang berkaitan tentang pasangan suami-istri yang ingin mempunyai seorang anak melalui proses pengangkatan anak. Namun praktik pengangkatan anak di bawah tangan masih sering di lakukan oleh masyarakat, salah satunya yang terjadi di Kelurahan Sumber. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menjadi rumusan masalah, yakni dengan menganalisa terkait faktor penyebab praktik pengangkatan anak di bawah tangan yang terjadi di Kelurahan Sumber, meninjau praktik pengangkatan anak di bawah tangan dari Hukum Islam, serta meninjau praktik pengangkatan anak di bawah tangan dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif analisis, melalui cara interview, observasi, dan dokumentasi di tiga Blok Kelurahan Sumber, Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Pengadilan Agama Sumber Kelas 1A, dan Pengadilan Negeri Sumber Kelas 1A atau media pendukung lainnya sebagai sumber data primer dan sekunder pada penelitian ini. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu: Pertama, faktor penyebab orang tua angkat melakukan pengangkatan anak dibawah tangan yakni; mengikuti kebiasaan masyarakat sekitar, belum memiliki keturunan, memiliki keturunan namun ingin menambah lagi, anak angkat berasal dari pihak keluarga, anak angkat berasal dari pihak keluarga, anak angkat berasal dari orang lain, belum mengetahui prosedur pengangkatan anak sesuai Undang-Undang dan Hukum Islam, sudah mengetahui prosedur pengangkatan anak sesuai Undang-Undang dan Hukum Islam, namun belum merealiasikannya, biaya pengurusan pengangkatan anak sesuai prosedur mahal dan memakan waktu lama, takut anak angkat mengetahui jati diri sebelum waktunya. Kedua, pengangkatan anak dibawah tangan ditinjau dari hukum Islam didasarkan atas fatwa MUI pusat, dalam surat No. U-335/MUI/V/1982 tanggal 18 Sya’ban 1402 H. Ketiga, pengangkatan anak dibawah tangan ditinjau dari hukum Positif didasarkan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Khususnya Pasal 79 dan Pasal 83. Kata Kunci: Pengangkatan anak dibawah tangan, Hukum Islam, UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perindungan Anak
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Pengangkatan anak dibawah tangan ; Hukum Islam ; UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perindungan Anak |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Perdata Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
Depositing User: | tuti alawiyah alawiyah |
Date Deposited: | 14 Mar 2025 01:23 |
Last Modified: | 14 Mar 2025 01:23 |
URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/15002 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |