PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENGUKUR MISKONSEPSI SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REGULASI MANUSIA UNTUK SISWA SMA KELAS XI SEMESTER II

DEWI FORTUNA ROHMAYUDRANI, (2013) PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENGUKUR MISKONSEPSI SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM REGULASI MANUSIA UNTUK SISWA SMA KELAS XI SEMESTER II. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
DEWI FORTUNA ROHMAYUDRANI_59461187_OK-min.pdf

Download (580kB) | Preview

Abstract

Salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan potensi siswa dari suatu proses pembelajaran adalah program evaluasi, alasan mengapa evaluasi berperan dalam perkembangan potensi siswa itu karena evaluasi merupakan faktor penting untuk menentukan sukses atau tidaknya proses pembelajaran dan sekaligus dapat mempengaruhi proses pembelajaran selanjutnya. Pendapat tersebut didukung dengan pendapat Norman E. Gronlund (1976) dalam Purwanto (2009:3) evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan dan membuat keputusan sampai dimana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa. Oleh karenanya tidak salah jika penulis berpendapat proses evalusai merupakan salah satu faktor yang berperan dalam perkembangan potensi siswa. Salah satu alat evaluasi yang sering digunakan adalah tes. Karena fungsi tes sangat penting dalam proses evaluasi maka penulis bermaksud mengembangkan penelitian tentang pengembangan tes. Tes yang dikembangkan oleh penulis adalah tes diagnostik untuk mengukur miskonsepsi siswa dengan jumlah soal awal 100 soal. Metode penelitian ini adalah metode pengembangan termodifikasi, yaitu dilakukan dalam tiga tahapan, pertama uji ahli/validasi ahli, kedua uji coba terbatas dan ketiga uji coba lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar 172 siswa dari kelas XI Semester II di SMA Negeri 5 Cirebon, MAN 2 Kota Cirebon dan SMA Windu Wacana. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, sampel dari penelitian ini adalah tes hasil belajar siswa. Sampel diperoleh dengan menggunakan sistem 27% yaitu dengan cara seluruh tes hasil belajar siswa yang sudah ditentukan jumlahnya yaitu dari masing-masing sekolah diurutkan berdasarkan skor dari yang tinggi sampai rendah. Mengambil 27% skor teratas sebagai kelompok atas dan 27% skor terendah sebagai kelompok bawah, hasil dari pembagian nantinya digunakan untuk daya beda soal, tingkat kesukaran dan efektifitas distraktor/pengecoh. Metode yang digunakan dalam mendiagnosa miskonsepsi yaitu menggabungkan 2 metode antara Metode Matriks Analisis Konsep dan dan Certainty Of Response Index (CRI). Berdasarkan hasil analisis butir soal dengan menggunakan sofware TAP pada uji terbatas menghasilkan soal valid sebanyak 60 soal, pada uji coba lapangan 1 menghasilkan 40 soal valid dan pada uji coba lapangan 2 menghasilkan 25 soal valid dengan konsistensi reliabilitas produk tes sangat baik dengan rata-rata reliabilitas keseluruhan uji coba mendapatkan nilai 0,631 (tinggi). Dengan demikian dapat disimpulkan produk tes diagnostik yang telah dikembangkan memiliki keandalan yang tinggi dan dapat mendiagnosa miskonsepsi siswa. Disarankan guru dapat menggunakan metode MAK dan CRI dalam mendiagnosa miskonsepsi siswa. Kata kunci: metode pengembangan, tes diagnostik, miskonsepsi. 4

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum) > Evaluasi Pembelajaran
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 5. Tadris Ilmu Pengetahuan Alam Biologi
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 05 Apr 2017 03:22
Last Modified: 05 Apr 2017 03:22
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/1701

Actions (login required)

View Item View Item