Implementasi Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Dalam Penanganan Kenakalan Remaja Di Kabupaten Cirebon Perspektif Maqasid Syariah

Wulandari, (2026) Implementasi Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Dalam Penanganan Kenakalan Remaja Di Kabupaten Cirebon Perspektif Maqasid Syariah. Bachelor thesis, S1-Hukum Tatanegara Islam UIN SSC.

[img] Text
2283130070_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2283130070_2_bab1.pdf

Download (468kB)
[img] Text
2283130070_6_bab5.pdf

Download (209kB)
[img] Text
2283130070_7_dafpus.pdf

Download (354kB)

Abstract

Kenakalan remaja yang melibatkan kepemilikan senjata tajam di Kabupaten Cirebon menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap keamanan masyarakat, dan Fenomena kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial, lemahnya pengawasan keluarga, serta pengaruh pergaulan sebaya. Kasus kepemilikan dan penggunaan senjata tajam oleh remaja tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berdampak pada meningkatnya tindakan kriminalitas. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan penegakan hukum yang tegas namun tetap memperhatikan aspek pembinaan dan perlindungan terhadap masa depan remaja. namun penerapannya terhadap pelaku remaja perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dalam penanganan kenakalan remaja di Kabupaten Cirebon serta meninjaunya dari perspektif maqashid syariah. Penelitian ini Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan normatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang didukung dengan studi kepustakaan. Data diperoleh dari sumber primer melalui wawancara kepolresta sumber, SMA Kedawung dan sumber sekunder berupa peraturan perundang-undangan serta literatur hukum. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengaitkan hasil penelitian dengan prinsip maqashid syariah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penerapan hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kemaslahatan. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kenakalan remaja di Kabupaten Cirebon dipicu oleh pergaulan negatif, kurangnya pengawasan keluarga, tekanan teman sebaya, dan pengaruh media sosial, yang memunculkan perilaku seperti tawuran dan penyalahgunaan senjata tajam. Meski Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 melarang kepemilikan dan penggunaan senjata tajam atau api dengan ancaman pidana berat, pelanggaran oleh anak di bawah umur masih sering terjadi. Penyalahgunaan senjata tajam oleh remaja berbahaya karena dapat menyebabkan luka serius hingga kematian, sehingga penanganannya membutuhkan peran bersama keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat melalui pembinaan, pengawasan, dan pendidikan karakter. Dari perspektif Maqashid Syari’ah, undang-undang ini sejalan dengan prinsip menjaga jiwa, akal, dan kemaslahatan masyarakat karena bertujuan mencegah kemudaratan dan menjaga ketertiban. Kata kunci: Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Kenakalan Remaja, Maqashid Syariah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 07 Apr 2026 07:05
Last Modified: 07 Apr 2026 07:05
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17641

Actions (login required)

View Item View Item