Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal Melalui Home Industry Rotan Perspektif Undang-Undang Nomor 24 Tahun2019 Tentang Ekonomi Kreatif Di Desa Bodesari Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon

, Sulthan Hasanuddien Agung (2025) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal Melalui Home Industry Rotan Perspektif Undang-Undang Nomor 24 Tahun2019 Tentang Ekonomi Kreatif Di Desa Bodesari Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Bachelor thesis, S1 - Hukum Ekonomi Syariah.

[img] Text
2283120016_1_cover.pdf

Download (649kB)
[img] Text
2283120016_2_bab1.pdf

Download (449kB)
[img] Text
2283120016_6_bab5.pdf

Download (310kB)
[img] Text
2283120016_7_dafpus.pdf

Download (291kB)

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui home industry rotan merupakan upaya strategis untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan di tingkat desa, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Namun, di Desa Bodesari Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, praktik pemberdayaan ini masih terbatas pada pembukaan lapangan kerja tanpa mencapai kemandirian usaha akibat keterbatasan bahan baku, modal, dan dukungan pemerintah daerah. Penelitian ini dirancang untuk menjawab rumusan masalah mengenai praktik pemberdayaan, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, serta tinjauan perspektif undang-undang tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan normatif. Teknik pengumpulan data primer meliputi observasi langsung terhadap home industry rotan, wawancara mendalam dengan pemilik usaha (Bapak Nurkholis dan Mba Nurazizah) serta pekerja, dan analisis dokumen terkait. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemberdayaan hanya mencapai tahap penyadaran dan pengkapasitasan dasar untuk menjadi pekerja, belum sampai pendayaaan mandiri karena minim pelatihan lanjutan dan pendampingan. Dampaknya terhadap kesejahteraan terbatas pada pengurangan pengangguran dan penghasilan cukup untuk kebutuhan dasar, tetapi belum optimal akibat sistem borongan dan kurangnya peningkatan keterampilan wirausaha. Tinjauan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 mengungkap kesenjangan implementasi, di mana pasal 9-10 tentang ekosistem kreatif, pelatihan, dan fasilitasi belum dirasakan, sehingga diperlukan reformasi kebijakan lokal untuk dukungan bahan baku, modal, dan pembinaan.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah)
Depositing User: Eka Cahya Nugraha
Date Deposited: 14 Apr 2026 08:04
Last Modified: 14 Apr 2026 08:04
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17886

Actions (login required)

View Item View Item