Habib Dermawan, (2025) Analisis Perselisihan Pembagian Waris Pasca Kematian Ahli Waris Di Desa Dukumalang Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon Perspektif Hukum Waris Islam. Bachelor thesis, S1-Hukum Ekonomi Syariah UIN SSC.
|
Text
2283120051_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2283120051_2_bab1.pdf Download (539kB) |
|
|
Text
2283120051_6_bab5.pdf Download (343kB) |
|
|
Text
2283120051_7_dafpus.pdf Download (489kB) |
Abstract
Perselisihan dalam pembagian warisan merupakan fenomena sosial yang kerap terjadi di tengah masyarakat, khususnya ketika pengetahuan terhadap hukum waris Islam masih terbatas. Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang muncul di Desa Dukumalang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, di mana terjadi konflik antar ahli waris pasca kematian salah satu anggota keluarga yang disebabkan oleh ketidaksepahaman dalam proses pembagian harta peninggalan. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga aspek pokok, yakni faktor-faktor penyebab terjadinya perselisihan waris pasca kematian ahli waris, dampak sosial yang ditimbulkannya terhadap hubungan keluarga, serta pandangan hukum waris Islam terhadap penyelesaian sengketa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian lapangan (field research) dengan memfokuskan pada satu keluarga di Desa Dukumalang sebagai objek utama. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara langsung dengan para ahli waris dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi terkait kasus yang diteliti. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal, dan referensi hukum Islam yang relevan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama terjadinya perselisihan waris adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap ilmu faraidh, desakan ekonomi salah satu ahli waris, serta penundaan pembagian harta peninggalan setelah pewaris wafat. Faktor-faktor tersebut diperparah oleh pengaruh adat lokal yang tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip hukum Islam. Dari perspektif hukum waris Islam, praktik penundaan pembagian warisan dan ketidaksesuaian dengan ketentuan faraidh dianggap menyalahi asas keadilan distribusi harta. Oleh karena itu, penyelesaian yang ideal dilakukan melalui musyawarah keluarga dan mediasi berbasis nilai-nilai syariah agar tercipta keadilan, perdamaian, dan terpeliharanya hubungan kekeluargaan. Kata Kunci: Perselisihan Waris; Hukum Waris Islam; Desa Dukumalang; Pembagian Harta; Faraidh.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah) |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 07:33 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 07:33 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18114 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

