Konstruksi gender dalam isu iddah dan ihdad: analisis komparatif antara fikih klasik dan pemikiran mubadalah faqihudin Abdul kodir

SANTI LATIFAH, (2026) Konstruksi gender dalam isu iddah dan ihdad: analisis komparatif antara fikih klasik dan pemikiran mubadalah faqihudin Abdul kodir. Masters thesis, S2_HKI UIN Siber Syekh Nurjati.

[img] Text
2486080063_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2486080063_2_bab1.pdf

Download (493kB)
[img] Text
2486080063_6_bab5.pdf

Download (236kB)
[img] Text
2486080063_7_dafpus.pdf

Download (483kB)

Abstract

Iddah menjadi salah satu konsekuensi yang harus dijalani oleh kaum perempuan baik setelah terjadinya perceraian maupun ditinggal mati oleh suami. Iddah sudah ada sebelum hadirnya Islam, akan tetapi pada zaman pra Islam praktek iddah berjaan dengan tidak manusiawi. Jika dianalisis dengan kacamata gender, ini terkesan mendiskiminasi kaum perempuan apabila pihak laki-laki atau suami tidak terkena beban iddah. Pasalnya, perempuan dizaman ini memiliki peran serta andil yang sama dengan laki-laki untuk kemajuan Agama dan Negara. Sejatinya, penerapan iddah bagi laki-laki bukanlah menciptakan hukum baru yang tidak mempunyai sandaran normatif baik al-Quran maupun Hadis. Sekalipun dalalah yang dipakai adalah aspek keuniversalan cakupan makna yang dikandung oleh kedua sumber tersebut. Bahwa, betapa pentingnya dalam memahami keselarasan mengenai pemahaman iddah dengan pemikiran Mubadalah Faqihudin Abdul Kodir kacamata perspektif gender. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana konsep iddah dan ihdad dijelaskan dalam literatur fiqih klasik, bagaimana pemahaman iddah dan ihdad ditafsirkan kembali dalam literatur fiqih kontemporer, serta bagaimana analisis komparatif antara fiqih klasik dan kontemporer dalam perspektif konstruksi gender. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan fiqih klasik tentang iddah dan ihdad, mendeskripsikan pandangan fiqih kontemporer tentang iddah dan ihdad, menganalisis perbandingan kedua perspektif tersebut dari sisi konstruksi gender. Dalam mendalami permasalahan tersebut, penulis menggunakan metodologi studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analisis. Jenis penelitian ini menggunakan sumber data yang diperoleh melalui penelusuran terhadap buku�buku literature, baik yang bersifat premier maupun yang bersifat sekunder. Penulis memaparkan pemaknaan Fikih klasik dan Mubadalah mengenai iddah kemudian dianalisis dengan kacamata gender. Hasil penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran mengenai kesetaraan kedudukan antara laki-laki dan perempuan menurut fikih klasik dan konteporer terutama dalam hal iddah, pada fikih klasik lebih menekankan peran perempuan sebagai pihak yang diatur, dikontrol, dan dibatasi karena Islam datang untuk menyapa laki-laki maupun perempuan, tidak hanya laki-laki maupun sebaliknya. Iddah bagi laki-laki menurut mubadalah konteks dan gagasannya dilatarbelakangi dua kondisi, yaitu faktor sosial dan bahasa. Kemudian, mubadalah dengan dua konteksnya yang melatarbelakangi tersebut, jika dianalisis dengan kacamata gender tentang ketidakadilan gender, yang mana memiliki empat manifestasi atau prinsip, yaitu prinsip keadilan, kesetaraan, musyawarah dan musya‘arah bil ma‘ruf. Kata kunci: Iddah bagi laki-laki, Gender, Mubadalah

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Iddah bagi laki-laki, Gender, Mubadalah
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Perdata Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 27 Apr 2026 06:32
Last Modified: 27 Apr 2026 06:32
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18141

Actions (login required)

View Item View Item