Achmad Otong Busthomi, (2025) Sistem Pembagian Harta Peninggalan Komunitas Masyarakat Dayak Indramayu Perspektif Antropologi dan Sosiologi Hukum. Doctoral thesis, S3_HKI UIN Siber Syekh Nurjati.
|
Text
Cover-Daftar Isi_ACHMAD OTONG BUSTHOMI.pdf Download (639kB) |
|
|
Text
BAB I_ACHMAD OTONG BUSTHOMI.pdf Download (633kB) |
|
|
Text
BAB V_ACHMAD OTONG BUSTHOMI.pdf Download (288kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_ACHMAD OTONG BUSTHOMI.pdf Download (297kB) |
Abstract
Komunitas Dayak yang berada di Indramayu memiliki berbagai adat istiadat yang unik dan khas, termasuk dalam hal pembagian harta peninggalan. Sistem pewarisan atau pembagian harta peninggalan pada komunitas ini tidak semata-mata didasarkan pada hukum formal yang berlaku di Indonesia, melainkan juga pada norma adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Perbedaan sistem tersebut menarik untuk dikaji karena kerap memiliki nilai, aturan, dan mekanisme yang berbeda dengan sistem hukum waris Islam (Kompilasi Hukum Islam) maupun hukum waris perdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata). Oleh karena itu, pemahaman terhadap sistem kewarisan masyarakat Dayak Indramayu menjadi penting untuk melihat peran hukum adat dalam menjaga keharmonisan dan keadilan sosial, sekaligus sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya lokal.Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengeksplorasi implementasi sistem pembagian harta peninggalan komunitas masyarakat Dayak Indramayu; (b) mengkaji nilai dan prinsip yang mendasari sistem pembagian harta peninggalan tersebut; dan (c) menganalisis nilai dan prinsip tersebut dalam perspektif antropologi dan sosiologi hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Teori Keadilan John Rawls sebagai grand theory, Teori Receptie in Complexu H.A.R. Gibb dan Teori Receptie a Contrario Sayuthi Thalib sebagai middle theory, serta pendekatan antropologi dan sosiologi hukum sebagai applied theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pembagian harta peninggalan masyarakat Dayak Indramayu dipengaruhi oleh adanya klasifikasi struktural dalam komunitas, yang melahirkan pluralisme hukum adat dalam praktik kewarisan. Ditemukan bahwa berlaku dua sistem kewarisan yang berbeda bagi kelompok sosial yang berbeda, yaitu kewarisan adat bagi kelompok Dayak Blegir dan kewarisan agama bagi kelompok Dayak Preman dan Dayak Seragam. Temuan ini menegaskan bahwa pluralisme hukum dalam masyarakat Dayak Indramayu berkaitan erat dengan stratifikasi sosial internal komunitas. Selain itu, nilai dan prinsip yang mendasari sistem pembagian harta peninggalan berlandaskan pada tiga pakem utama, yaitu sejarah alam ngaji rasa, menyatu dengan alam, dan ngaula ning anak rabi. Dalam perspektif antropologi dan sosiologi hukum Islam, temuan ini juga menunjukkan bekerjanya teori receptie, di mana keberlakuan hukum agama dalam kewarisan dimungkinkan sejauh diterima dan difasilitasi oleh sistem hukum adat yang hidup dalam masyarakat. Kata Kunci: Harta Peninggalan, Masyarakat Dayak, Antropogi, Sosiologi Hukum
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Harta Peninggalan, Masyarakat Dayak, Antropogi, Sosiologi Hukum |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana |
| Depositing User: | tuti alawiyah alawiyah |
| Date Deposited: | 04 May 2026 07:37 |
| Last Modified: | 04 May 2026 07:37 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18170 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

