Ahmad Roehan, (2026) ANALISIS FENOMENA EKSPLOITASI ANAK UNTUK MENUNJANG PENDAPATAN KELUARGA DALAM PRESPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus Makbaroh Sunan Gunung Jati Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon). Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.
|
Text
2283110104_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2283110104_2_bab1.pdf Download (626kB) |
|
|
Text
2283110104_6_bab5.pdf Download (420kB) |
|
|
Text
2283110104_7_dafpus.pdf Download (457kB) |
Abstract
Fenomena keterlibatan anak dalam aktivitas mengemis di kawasan Makbaroh Sunan Gunung Jati merupakan salah satu bentuk permasalahan sosial yang masih terjadi di masyarakat. Aktivitas tersebut tidak hanya dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan kondisi lingkungan yang mendukung praktik tersebut. Keberadaan kawasan ziarah yang ramai pengunjung menjadikan aktivitas mengemis sebagai peluang ekonomi yang mudah diakses, sehingga mendorong orang tua untuk melibatkan anak dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi material dan tingkat kesejahteraan keluarga, serta menganalisis praktik keterlibatan anak dalam mengemis ditinjau dari perspektif hukum positif dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua yang melibatkan anak dalam aktivitas mengemis, tokoh agama, serta observasi dan dokumentasi di kawasan Makbaroh Sunan Gunung Jati. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi keluarga pada umumnya berada pada kategori cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, namun tetap melibatkan anak dalam aktivitas mengemis sebagai tambahan penghasilan. Selain faktor ekonomi, kebiasaan dan pengaruh lingkungan menjadi faktor dominan yang mendorong keterlibatan anak. Dalam perspektif hukum positif, praktik tersebut termasuk dalam kategori eksploitasi anak yang dilarang karena melanggar hak-hak anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sementara itu, dalam hukum Islam, tindakan tersebut tidak dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip perlindungan anak (hifz al-nafs dan hifz al-nasl) serta dapat menimbulkan mafsadah. Dengan demikian, baik hukum positif maupun hukum Islam sama-sama menolak praktik eksploitasi anak, meskipun dengan dasar pertimbangan yang berbeda, yaitu aspek yuridis dan aspek moral-keagamaan. Kata kunci: Eksploitasi anak; Mengemis; Hukum positif; Hukum Islam; Kesejahteraan keluarga
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 06:20 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 06:20 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18393 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

