Vivi Marasabessy, (2026) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN PARENTAL ALIENATION AKIBAT PERCERAIAN DI KOTA CIREBON PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK. Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.
|
Text
2283110090_1_cover.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
2283110090_2_bab1.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
2283110090_6_bab5.pdf Download (370kB) |
|
|
Text
2283110090_7_dafpus.pdf Download (359kB) |
Abstract
Fenomena parental alienation merupakan kondisi dimana salah satu orang tua dapat secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi anak agar menjauh, membenci, atau menolak orang tua yang lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik parental alienation di kota Cirebon, meninjau undang-undang perlindungan anak dan hukum Islam terhadap praktik parental alienation di kota Cirebon, serta mengetahui upaya prefentif dan represif yang dapat dilakukan untuk melindungi anak korban parental alienation akibat perceraian. analitis untuk melihat keterkaitan antara norma hukum dan realitas sosial di masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, Bagaimana praktik parental alienation di kota Cirebon; kedua, Bagaimana tinjauan Undang-Undang Perlindungan anak dan Hukum Islam terhadap praktik parental alienation di kota Cirebon; ketiga Bagaimana upaya preventif dan represif yang dapat dilakukan untuk melindungi anak korban parental alienation akibat perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur, serta dokumen pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analitis dengan cara membandingkan antara konsep hukum dengan fakta yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik parental alienation di Kota Cirebon terjadi dalam bentuk pelibatan anak dalam konflik orang tua, pemberian pengaruh negatif terhadap salah satu orang tua, serta pembatasan hubungan emosional anak. Praktik tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak maupun prinsip hukum Islam yang menekankan pemenuhan hak anak dan kemaslahatan. Upaya perlindungan telah dilakukan melalui langkah preventif dan represif seperti edukasi, mediasi, pendampingan, serta penetapan dan perubahan hak asuh oleh pengadilan. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena rendahnya kesadaran orang tua dan belum dikenalnya parental alienation sebagai isu spesifik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan upaya perlindungan agar hak anak terpenuhi secara maksimal. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada para orang tua, khususnya yang mengalami konflik atau perceraian, agar lebih mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Selain itu, perlu dilakukan penguatan layanan konseling dan pendampingan psikologis bagi anak maupun orang tua, serta pengembangan mekanisme penanganan yang lebih spesifik terhadap kasus-kasus yang mengarah pada parental alienation, meskipun belum dikenal secara formal dalam sistem hukum. Kata kunci: parental alienation; perlindungan anak; perceraian; hukum Islam; Kota Cirebon
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 07:10 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 07:10 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18409 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

