Peran Istri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) pada Masyarakat Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Ditinjau dari Perspektif Maqashid Syari’ah

Ibnu Ubaydillah, (2026) Peran Istri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) pada Masyarakat Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Ditinjau dari Perspektif Maqashid Syari’ah. Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.

[img] Text
2283110095_1_cover.pdf

Download (3MB)
[img] Text
2283110095_2_bab1.pdf

Download (2MB)
[img] Text
2283110095_6_bab5.pdf

Download (542kB)
[img] Text
2283110095_7_dafpus.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena peran istri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) dalam masyarakat Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dengan menggunakan perspektif maqashid syari’ah. Dalam konteks keluarga, istri tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga dan pendidik anak, tetapi dalam realitas sosial tertentu juga mengambil peran produktif sebagai pencari nafkah guna menopang ekonomi keluarga. Peningkatan jumlah perempuan yang bekerja ke luar negeri sebagai TKW tidak hanya dipengaruhi oleh motif ekonomi, tetapi juga membawa implikasi sosial, psikologis, dan religius dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis posisi dan peran istri sebagai TKW, faktor-faktor sosiologis pendorong migrasi, serta menelaah fenomena tersebut dalam kerangka normatif maqashid syari’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan TKW aktif maupun mantan beserta keluarganya, serta dokumentasi kondisi sosial masyarakat Desa Eretan Kulon. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait dinamika peran istri sebagai TKW dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan istri menjadi TKW didorong oleh tekanan ekonomi, seperti rendahnya penghasilan suami dan kebutuhan pendidikan anak. Peran ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga (hifz al-mal), namun juga menimbulkan dampak sosial berupa berkurangnya pengasuhan anak, perubahan relasi suami-istri, serta risiko terhadap keselamatan dan kehormatan perempuan. Dalam perspektif maqashid syari’ah, fenomena ini perlu dipahami secara seimbang antara kemaslahatan ekonomi dan perlindungan jiwa, kehormatan, serta keturunan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran keluarga dan dukungan kebijakan untuk meminimalkan risiko sekaligus menjaga nilai-nilai keluarga sesuai tujuan syariat. Kata kunci: Tenaga Kerja Wanita (TKW); peran istri; keluarga; maqashid syari’ah; kesejahteraan keluarga.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: Eka Cahya Nugraha
Date Deposited: 14 Jul 2026 07:39
Last Modified: 14 Jul 2026 07:39
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18436

Actions (login required)

View Item View Item