PENGARUH INFLASI, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, UPAH MINIMUM, DAN BELANJA PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI CIAYUMAJAKUNING TAHUN 2020-2024.

YULIA NURRAHMAWATI, (2026) PENGARUH INFLASI, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, UPAH MINIMUM, DAN BELANJA PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI CIAYUMAJAKUNING TAHUN 2020-2024. Bachelor thesis, S1 - Ekonomi Syariah.

[img] Text
2282120257_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2282120257_2_bab1.pdf

Download (590kB)
[img] Text
2282120257_6_bab5.pdf

Download (481kB)
[img] Text
2282120257_7_dafpus.pdf

Download (495kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh faktor-faktor makroekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning pada periode 2020–2024. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah karena mencerminkan perkembangan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kondisi pertumbuhan ekonomi antar daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi, seperti inflasi, tingkat pengangguran terbuka (TPT), upah minimum, dan belanja pemerintah daerah. Inflasi berkaitan dengan stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sedangkan belanja pemerintah mencerminkan peran kebijakan fiskal daerah dalam mendorong aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, tingkat pengangguran terbuka (TPT), upah minimum, dan belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning selama periode 2020–2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi EViews versi 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, variabel inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning tahun 2020–2024. Kedua, variabel Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketiga, variabel upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Keempat, variabel belanja pemerintah berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kelima, secara simultan inflasi, tingkat pengangguran terbuka, upah minimum, dan belanja pemerintah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,6529. Hal ini menunjukkan bahwa 65,29% variasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut, sedangkan sisanya 34,71% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kata Kunci: Inflasi, tingkat pengangguran terbuka, upah minimum, belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 17 Jul 2026 06:52
Last Modified: 17 Jul 2026 06:52
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19016

Actions (login required)

View Item View Item