Asykhiaul Ghina, (2026) Resepsi Masyarakat Desa Astanajapura terhadap Ayat-Ayat Al-Qur’an Pilihan dalam Tradisi Puputan. Bachelor thesis, S1- IAT.
|
Text
2108304021_1_cover.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
2108304021_2_bab1.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
2108304021_6_bab5.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2108304021_7_dafpus.pdf Download (929kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang resepsi masyarakat Desa Astanajapura terhadap ayat-ayat Al-Qur‟an yang dipilih dalam tradisi puputan. Tradisi puputan adalah upacara adat yang dilakukan sebagai wujud syukur dan doa keselamatan setelah tali pusar (ari-ari) bayi terlepas atau coplok, biasanya diisi dengan doa dan pembacaan ayat Al-Qur‟an. Dalam pelaksanaannya, masyarakat membaca surah al-Qadr dan surah al-Ikhlas yang diyakini memiliki makna spiritual bagi bayi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bertujuan untuk mengetahui praktik tradisi puputan di Desa Astanajapura dan memahami bagaimana masyarakat menerima ayat-ayat Al-Qur‟an yang dibaca dalam tradisi Puputan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Living Qur‟an. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teori resepsi dari Hans Robert Jauss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi puputan dilaksanakan melalui beberapa tahapan ritual yang menggabungkan unsur budaya lokal dan nilai-nilai Islam. Pembacaan surah al-Qadr dipahami sebagai doa dan harapan agar anak memperoleh keberkahan, kemuliaan, kecerdasan, dan masa depan yang baik. Sementara itu, Surah Al-Ikhlas dimaknai sebagai penanaman nilai tauhid, penguatan akidah, serta perlindungan spiritual bagi bayi. Selain itu, berbagai perlengkapan yang digunakan dalam tradisi puputan, seperti tampah, benang lawe, bunga tujuh rupa, dan lain sebagainya, dimaknai sebagai simbol harapan, perlindungan, keselamatan, dan perjalanan hidup anak. Temuan penelitian menunjukkan adanya interpretasi dan fungsi terhadap ayat-ayat Al-Qur‟an serta pemaknaan simbol yang terbentuk melalui interaksi sosial masyarakat secara turun-temurun. Dengan demikian, tradisi puputan mencerminkan perpaduan harmonis antara budaya lokal dan nilai-nilai Islam, yang tetap dipertahankan karena memiliki makna religius, sosial, dan spiritual bagi masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 08:32 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 08:32 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19323 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

