Ananda Saputra, (2026) TAFSIR LAFAZ BASMALAH DAN HAMDALAH DALAM MAFA>TIH AL-GAIB FAKHRUDDĪN AL-RA<ZI< SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI SOLUSI PROBLEMATIKA MANUSIA MODERN. Bachelor thesis, S1- IAT.
|
Text
2285130016_1_cover.pdf Download (579kB) |
|
|
Text
2285130016_2_bab1.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
2285130016_6_bab5.pdf Download (428kB) |
|
|
Text
2285130016_7_dafpus.pdf Download (413kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas penafsiran basmalah dan hamdalah dalam kitab Mafatih al-Gaib al-Razi sebagai solusi problematika manusia modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis spiritual dan kehilangan visi keilahian yang menurut Seyyed Hossein Nasr menjadi faktor utama masalah. Dampak yang terjadi karena masalah tersebut diantaranya syirik sosial, krisis ekollogi, hilangnya makna hidup, dekadensi Moral, kriminalitas dan rasa ketakutan meningkat, dan gangguan kejiwaan manusia modern. Dalam konteks tersebut baik basmalah maupun hamdalah dipahami sebagai bentuk informatif dan transformatif manusia akan ketergantungan kepada Allah Swt. Penafsiran al-Razi dipilih karena mampu mengintegrasikan secara harmonis aspek akal dan wahyu untuk menumbuhkan spiritualitas manusia. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi : 1) Bagaimana penafsiran al-Razi dalam Mafatih al-Gaib menjelaskan lafaz basmalah dan hamdalah dan 2) Bagaimana penafsiran lafaz basmalah dan hamdalah menjadi relevan atas solusi problematika manusia modern. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode penelitian studi pustaka (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, teknik pencatatan, dokumentasi dan aplikasi Artificial Intelegent (AI). Penelitian ini menggunakan teori krisis manusia modern dari Seyyed Hossein Nasr yang menyoroti hilangnya dimensi transenden dan sakral dalam kehidupan modern, serta penafsiran al-Razi yang rasional sebagai landasan dalam membangun kesadaran spiritual manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran basmalah menurut al-Razi mengandung dimensi transenden berupa kesadaran bahwa seluruh aktivitas manusia harus disandarkan Allah Swt.. Sementara itu hamdalah dipahami sebagai penutup segala urusan dan bentuk syukur yang dapat mengantarkan kepada rahmat yang tak terbatas. Relasi antara basmalah dan hamdalah dalam tafsir al-Razi dapat membentuk kerangka religius spiritual yang menyeimbangkan akal dan wahyu sehingga memiliki relevansi terhadap problematika manusia modern.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:06 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:06 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19348 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

