TERJEMAHAN ANTARBARIS TERHADAP UNGKAPAN NIDĀ’ DALAM AL-QUR’AN STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-IBRĪZ DAN RAUḌAH AL-‘IRFĀN

Sri Wulandari, (2026) TERJEMAHAN ANTARBARIS TERHADAP UNGKAPAN NIDĀ’ DALAM AL-QUR’AN STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-IBRĪZ DAN RAUḌAH AL-‘IRFĀN. Bachelor thesis, S1- IAT.

[img] Text
2285130018_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2285130018_2_bab1.pdf

Download (405kB)
[img] Text
2285130018_6_bab5.pdf

Download (214kB)
[img] Text
2285130018_7_dafpus.pdf

Download (302kB)

Abstract

Penelitian skripsi ini membahas tentang ungkapan nidā’ dalam kitab al-Ibrīz dan Rauḍah al-‘Irfān yang dianalisis dengan studi perbandingan. Ungkapan nidā’ ini tidak diterjemahkan begitu saja, melainkan ada aspek-aspek yang melatarbelakanginya. Seperti aspek genetik yang membahas bagaimana suatu karya terbentuk karena faktor latarbelakang keilmuan, politik, ideologi, dan konteks sosio historis yang melingkupinya. Sedang aspek objektif membahas metode dan teknik yang digunakan penerjemah dalam menghasilkan sebuah karya. Penelitian ini memfokuskan pada rumusan masalah: 1) apa metode dan teknik yang digunakan Bisri Mustofa dan Ahmad Sanusi dalam menerjemahkan ungkapan nidā’ dalam Al-Qur’an dan, 2) bagaimana konteks sosio historis, tujuan, serta latar belakang keilmuan yang melatarbelakangi Bisri Mustofa dan Ahmad Sanusi dalam menerjemahkan ayat-ayat nidā’ pada masing-masing karya mereka. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, teknik pencatatan, studi kepustakaan, dan aplikasi Artificial Intelligence (AI). Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pendekatan penelitian penerjemahan Nababan, yang didukung dengan teori translation methods Petter Newmark, serta teori equivalent E.A Nida. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa, 1) penggunaan metode yang dilakukan oleh Bisri Mustofa dan Ahmad Sanusi condong kepada communicative translation dengan penggunaan berbagai teknik expantion (perluasan), reduction (pengurangan), dan penambahan diksi kultural “eling-eling”. Namun demikian Bisri Mustofa juga menggunakan metode word for word (antarbaris). 2) karakteristik penerjemahan yang digunakan merupakan strategi yang berorientasi pada kemashlahatan masyarakat, simbol perlawanan terhadap penjajah, serta dikotomi antara kemandirian berpikir dan bentuk kepatuhan terhadap ideologi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 30 Jul 2026 03:09
Last Modified: 30 Jul 2026 03:09
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19350

Actions (login required)

View Item View Item