Rofiatun, (2026) INTERPRETASI SIMBOLIK TERHADAP PEMBACAAN FRAGMEN AL-QUR’AN DALAM TRADISI HAJAT MUNJUNG DI DESA PILANG SARI KECAMATAN PAMANUKAN KABUPATEN SUBANG. Bachelor thesis, S1- IAT.
|
Text
2285130029_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2285130029_2_bab1.pdf Download (769kB) |
|
|
Text
2285130029_6_bab5.pdf Download (466kB) |
|
|
Text
2285130029_7_dafpus.pdf Download (424kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih lestarinya tradisi Hajat Munjung di Desa Pilang Sari yang di dalam pelaksanaannya memuat pembacaan fragmen-fragmen Al-Qur’an sebagai bagian dari ritual adat. Tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai religius dan simbolik yang hidup dalam masyarakat. Namun, seiring perkembangan zaman, pemahaman terhadap makna simbolik dari pembacaan fragmen Al-Qur’an dalam tradisi tersebut mulai berkurang sehingga perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Hajat Munjung serta menganalisis makna simbolik pembacaan fragmen Al-Qur’an dalam tradisi tersebut dengan menggunakan pendekatan antropologi interpretatif Clifford Geertz. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan konsep thick description dari Clifford Geertz untuk menginterpretasikan simbol-simbol budaya berdasarkan makna yang dipahami oleh masyarakat sebagai pelaku tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hajat Munjung merupakan salah satu rangkaian adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Pilang Sari sebagai bentuk rasa syukur, permohonan keberkahan, dan penguatan hubungan sosial. Pembacaan fragmen Al-Qur’an di dalamnya tidak sekadar menjadi aktivitas ritual, tetapi memiliki makna simbolik sebagai media memohon perlindungan, keselamatan, kelancaran, dan keberkahan bagi kehidupan rumah tangga calon pengantin. Berdasarkan perspektif antropologi interpretatif Clifford Geertz, pembacaan fragmen Al�Qur’an tersebut merupakan simbol budaya yang membentuk jaringan makna (web of significance) dalam kehidupan masyarakat, sehingga tradisi Hajat Munjung menjadi bentuk integrasi antara nilai-nilai Islam dengan budaya lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:52 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:52 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

