MUHARROMATUT TAWAHIDAH, (2026) INKLUSIVITAS DAN KESETARAAN PENYANDANG DISABILITAS DALAM Q.S. AN-NUR AYAT 61: PERSPEKTIF TAFSIR AL-IBRIZ KARYA K.H. BISRI MUSTOFA. Bachelor thesis, S1- IAT.
|
Text
2285130062_1_cover.pdf Download (949kB) |
|
|
Text
2285130062_2_bab1.pdf Download (408kB) |
|
|
Text
2285130062_6_bab5.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
2285130062_7_dafpus.pdf Download (209kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep inklusivitas dan kesetaraan penyandang disabilitas dalam Q. S. An-Nur ayat 61 melalui penafsiran Tafsir al-Ibriz karya K.H. Bisri Mustofa. Latar belakang penelitian ini berakar pada masih maraknya stigma sosial serta praktik diskriminasi yang dialami penyandang disabilitas di Indonesia, meskipun berbagai peraturan, baik di tingkat nasional maupun internasional, telah menegaskan hak-hak mereka. Kondisi ini menegaskan bahwa pendekatan hukum semata tidaklah cukup. Diperlukan landasan teologis yang kuat dalam kesadaran masyarakat, khususnya dalam komunitas Muslim di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptifeksploratif. Sumber data primer adalah Tafsir al-Ibriz li Ma'rifat Tafsir alQur'an al-'Aziz karya K.H. Bisri Mustofa, sedangkan sumber data sekunder mencakup berbagai literatur tafsir, buku, jurnal, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis data menggunakan metode analisis konten dengan kerangka hermeneutika Hans-Georg Gadamer, yang mencakup empat kunci dalam hermeneutika: situasi hermeneutik (Wirkungsgeschichte), prapemahaman (Vorverständnis), peleburan cakrawala (Horizontverschmelzung), dan penerapan (anwendung) serta Interpretasi Ma’na cum Maghza. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, penafsiran K.H. Bisri Mustofa terhadap Q.S. An-Nur ayat 61 dipengaruhi oleh latar belakang sosiohistoris dan budaya Jawanya, terlihat dari pilihan kata "alangan" dan "mangan bareng-bareng" sebagai bentuk inklusivitas dan kesetaraan dalam konteks lokal. Kedua, penafsiran tersebut mengisyaratkan bahwa inti persoalan disabilitas terletak pada struktur sosial yang tidak inklusif, bukan pada kondisi fisik individu. Ketiga, penafsiran ini menjadi landasan teologis bagi kebijakan inklusivitas di Indonesia sekaligus menawarkan perspektif Nusantara yang lebih relevan terhadap isu disabilitas masa kini.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:21 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:21 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19389 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

