ANGELIA, (2026) IMPLEMENTASI PROGRAM MEDITASI MINDFULNESS DAN INTEGRASI NILAI SELF-COMPASSION TERHADAP KECEMASAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP. Bachelor thesis, S1 - Tadris Matemetika.
|
Text
2281050006_1_cover.pdf Download (751kB) |
|
|
Text
2281050006_2_bab1.pdf Download (275kB) |
|
|
Text
2281050006_6_bab5.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
2281050006_7_dafpus.pdf Download (249kB) |
Abstract
Kecemasan belajar matematika merupakan hambatan afektif yang masih dialami secara luas oleh siswa SMP, ditandai dengan rasa takut, gelisah, dan tegang saat menghadapi pelajaran matematika, serta berdampak negatif terhadap prestasi akademik, motivasi belajar, dan kesejahteraan psikologis siswa. Pembelajaran matematika yang selama ini lebih menekankan aspek kognitif belum mampu menyentuh dimensi emosional secara terstruktur, sehingga diperlukan pendekatan intervensi yang bersifat afektif dan dapat diterapkan langsung dalam konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kecemasan belajar matematika siswa setelah mengikuti program meditasi mindfulness, setelah mengikuti program meditasi mindfulness terintegrasi self-compassion, serta menguji perbedaan kecemasan antara ketiga kelompok. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design. Sampel berjumlah 112 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Plered yang terbagi menjadi tiga kelompok: Eksperimen 1 mendapat program meditasi mindfulness (n=38), Eksperimen 2 mendapat program meditasi mindfulness terintegrasi self-compassion (n=37), dan Kelompok Kontrol menjalani pembelajaran konvensional (n=37). Intervensi dilaksanakan selama empat sesi dalam dua minggu, masing-masing 5-10 menit sebelum pembelajaran dimulai. Instrumen yang digunakan adalah angket kecemasan matematika 32 butir berdasarkan aspek somatik, kognitif, sikap, dan pengetahuan matematika, serta skala self-compassion adaptasi Self-compassion Scale (SCS) Kristin Neff. Data dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test dan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa Kelompok Eksperimen 1 mengalami penurunan kecemasan signifikan dari rata-rata 95,55 menjadi 81,68 (t=6,005; Sig.=0,000), sedangkan Kelompok Eksperimen 2 mengalami penurunan lebih besar dari 92,00 menjadi 66,68 dengan seluruh 37 siswa (100%) mengalami penurunan (t=12,990; Sig.=0,000). Kelompok Kontrol hampir tidak berubah dengan rata-rata gain score 0,41 poin. Uji Kruskal-Wallis mengonfirmasi perbedaan signifikan antar kelompok (χ²=51,412; Sig.=0,000). Kedua program juga meningkatkan self-compassion siswa, dengan peningkatan lebih besar pada Eksperimen 2. Secara individu, perubahan kategori kecemasan juga terlihat jelas: 16 dari 38 siswa Eksperimen 1 dan 31 dari 37 siswa Eksperimen 2 mengalami penurunan kategori kecemasan, sedangkan pada Kelompok Kontrol hanya 4 siswa yang mengalami penurunan dan 5 siswa justru mengalami kenaikan kategori. Temuan ini memberikan rujukan empiris bagi guru dan peneliti dalam mengembangkan intervensi afektif yang mendukung implementasi Social and Emotional Learning dalam Kurikulum Merdeka.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan (Umum) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 4. Tadris Matematika |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 08:31 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 08:31 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19396 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

