Saeful Bahri, (2026) ANALISIS DAMPAK TANAH GERAK TERHADAP AKURASI ARAH KIBLAT MASJID DI KECAMATAN SIRAMPOG, BREBES PERSPEKTIF ILMU FALAK. Bachelor thesis, S1-Ilmu Falak UIN SSC.
|
Text
2283140010_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2283140010_2_bab1.pdf Download (497kB) |
|
|
Text
2283140010_6_bab5.pdf Download (278kB) |
|
|
Text
2283140010_7_dafpus.pdf Download (334kB) |
Abstract
Islam telah memberikan pedoman yang jelas kepada umatnya untuk melaksanakan ibadah salat dengan menghadap langsung ke Ka‘bah. Dalam sudut pandang ilmu falak, arah kiblat ditentukan secara astronomis dengan mempertimbangkan letak geografis suatu lokasi terhadap koordinat Ka‘bah. Secara teoritis, arah itu bersifat tetap dan akurat. Akan tetapi, saat fenomena geofisik terjadi, seperti pergerakan tanah, lokasi geografis suatu titik di permukaan bumi akan mengalami perubahan kecil, sehingga arah kiblat yang sebelumnya tepat dapat berubah. Kecamatan Sirampog di Kabupaten Brebes adalah salah satu daerah di Jawa Tengah yang mengalami peristiwa tanah gerak. Oleh karena itu timbul pertanyaan tentang bagaimana pola dan karakteristik pergerakan tanah tersebut? apakah peristiwa tersebut dapat berdampak terhadap akurasi arah kiblat?, dan bagaimana status hukum terhadap batas toleransi arah kiblat berdasarkan pandangan imam mazhab? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian empiris dari stdui kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan perangkat desa, BPBD, dan ahli atau praktisi ilmu falak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa fenomena pergerakan tanah di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes memiliki pola yang cenderung mengarah ke barat laut, dengan karakteristik lereng yang curam dan struktur tanah yang tidak stabil, sehingga dapat berpotensi memengaruhi posisi serta orientasi bangunan yang ada di atasnya. Dampak dari pergerakan tanah itu terbukti mengakibatkan perubahan arah pada bangunan masjid dan mushola yang menjadi objek penelitian, ditunjukkan melalui deviasi arah kiblat antara kondisi sebelum dan sesudah kejadian berdasarkan analisis citra satelit serta pengukuran lapangan. Tingkat penyimpangan arah kiblat yang ditemukan kemudian dianalisis dengan pendekatan fiqih yang merujuk pada pandangan empat imam mazhab, yakni Hanafi, Maliki, Syafi‘i, dan Hanbali, yang umumnya memberikan toleransi asal tetap dalam kategori jihah al-ka‘bah. Oleh karena itu, temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa tidak semua deviasi arah kiblat yang disebabkan oleh pergerakan tanah secara langsung menganggap arah kiblat tidak sah, melainkan harus dievaluasi berdasarkan tingkat deviasi dan batas toleransi yang ditentukan dalam pandangan hukum Islam Kata kunci: tanah gerak; arah kiblat; toleransi arah kiblat
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 02:04 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 02:04 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19500 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

