Dwi Fatmawati, (2026) KOMUNIKASI DAKWAH KH. AHMAD NAWAWI DALAM MENINGKATKAN SIKAP RELIGIUSITAS SANTRI DI PONDOK PESANTREN MAMBAUS SHOLIHIN BABAKAN CIWARINGIN CIREBON. Bachelor thesis, S1- Komunikasi Penyiaran Islam.
|
Text
2008302008_1_cover.pdf Download (579kB) |
|
|
Text
2008302008_2_bab1.pdf Download (76kB) |
|
|
Text
2008302008_6_bab5.pdf Download (45kB) |
|
|
Text
2008302008_7_dafpus.pdf Download (78kB) |
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari pentingnya peran komunikasi dakwah dalam membentuk karakter dan religiusitas santri di lingkungan pesantren. Komunikasi dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian pesan keagamaan secara verbal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan moral, spiritual, dan sosial melalui keteladanan, nasihat, serta interaksi interpersonal antara kiai dan santri. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini merumuskan tiga pertanyaan utama: (1) Bagaimana bentuk komunikasi dakwah KH. Ahmad Nawawi dalam meningkatkan religiusitas santri? (2) Faktor-faktor apa yang memengaruhi efektivitas komunikasi dakwah KH. Ahmad Nawawi di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Babakan Ciwaringin, Cirebon? (3) Bagaimana dampak komunikasi tersebut terhadap perubahan sikap religius santri? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk komunikasi dakwah yang diterapkan KH. Ahmad Nawawi, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya, serta menjelaskan dampaknya terhadap peningkatan religiusitas santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus menurut panduan Creswell. Data dikumpulkan melalui teknik observasi,wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses komunikasi dakwah di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah KH. Ahmad Nawawi dilakukan melalui tiga bentuk utama, yaitu keteladanan (bil hal), nasihat penuh hikmah (bil hikmah), dan komunikasi interpersonal dalam keseharian. Gaya komunikasi yang lembut, santun, dan disertai teladan nyata menjadikan pesan dakwah lebih mudah diterima dan dihayati oleh santri. Efektivitas komunikasi dakwah dipengaruhi oleh kredibilitas dan integritas KH. Ahmad Nawawi sebagai komunikator, kedekatan emosional antara kiai dan santri, serta lingkungan pesantren yang kondusif bagi pembentukan kebiasaan religius. Dampak dari komunikasi dakwah tersebut tampak pada meningkatnya kesadaran spiritual santri, perubahan perilaku moral ke arah yang lebih baik, serta terbentuknya budaya religius yang mengakar dalam kehidupan pesantren. Dengan demikian, komunikasi dakwah KH. Ahmad Nawawi terbukti efektif dan transformatif, karena mampu membentuk sikap religiusitas santri melalui perpaduan antara keteladanan, hubungan emosional yang kuat, dan dukungan lingkungan pesantren.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 04:02 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 04:02 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19614 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

