Poligami Sirri dan Nikah Sirri dalam Perspektif Maṣlaḥat: Studi Yuridis-Sosiologis di Kabupaten Cirebon

Apib Subarkah., (2026) Poligami Sirri dan Nikah Sirri dalam Perspektif Maṣlaḥat: Studi Yuridis-Sosiologis di Kabupaten Cirebon. Masters thesis, HKI-S2 UIN Siber Syekh Nurjati.

[img] Text
Awalan - Daftar Isi.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (629kB)
[img] Text
Bab V.pdf

Download (318kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (454kB)

Abstract

Maraknya poligami siri dan nikah siri di Kabupaten Cirebon memicu problem akademik berupa kontradiksi antara pemenuhan rukun fikih normatif dengan pengabaian etika moral kemaslahatan publik. Hal ini menciptakan gap penelitian berupa kesenjangan tajam (das Sollen dan das Sein) antara larangan hukum negara demi perlindungan hukum dengan praktik sosiologis masyarakat yang berlindung di balik dalih agama. Kebanyakan studi terdahulu terjebak pada kutub tekstual atau deskriptif normatif, sehingga kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pengujian integratif 8 kasus riil menggunakan parameter ketat Maṣlaḥat Mursalah Madzhab Maliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosiologis yang melatarbelakangi praktik poligami dan nikah siri di Kabupaten Cirebon, meninjau keabsahan praktik tersebut dalam dualisme hukum (Islam dan hukum positif), serta menguji dampak sosialnya melalui kacamata maslahat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan yuridis-sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap pelaku serta pihak terkait dalam 8 kasus riil di Kabupaten Cirebon. Analisis dalam penelitian ini didasarkan pada konsep Maṣlaḥat Mursalah yang digagas oleh Imam Mālik bin Anas, yang menekankan bahwa kemaslahatan sejati wajib memenuhi kriteria rasionalitas, tingkat kedaruratan (darūriyyah), berorientasi pada kepentingan umum, serta penolakan terhadap dampak kerusakan (sadd al-żarī‘ah) demi menjaga maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa motif utama poligami siri dan nikah siri dalam 8 kasus yang diteliti didominasi oleh ketidakjujuran relasional, perilaku manipulatif, dan penyalahgunaan narasi keagamaan secara reaktif. Melalui tinjauan hukum positif, praktik ini ilegal dan melanggar hukum perkawinan nasional karena melompati prosedur izin pengadilan. Sementara dalam tinjauan teori Maṣlaḥat Mursalah Imam Mālik, dalih "menghindari zina" yang digunakan pelaku terbukti tidak sahih secara rasional karena pernikahan rahasia tersebut tidak berada dalam kondisi darurat (darūriyyah). Praktik tersebut hanyalah bentuk manipulasi hukum (hiyal al-syar'iyyah) yang mencederai prinsip keadilan. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik poligami siri dan nikah siri di Kabupaten Cirebon tidak mendatangkan kemaslahatan sejati (maslahah mu'tabarah), melainkan melahirkan kerusakan (mafsadah) sistemik. Ketiadaan pencatatan resmi memicu konflik internal keluarga, kekerasan psikologis terhadap istri sah, serta diskriminasi administrasi kependudukan yang merampas hak-hak hukum anak. Secara teoretis merekonstruksi hubungan hukum formal negara dengan kesadaran hukum lokal melalui konsep maslahat kontemporer. Secara praktis menjadi bahan pertimbangan Pemerintah dan Pengadilan Agama untuk memperketat pengawasan serta edukasi koersif masyarakat. Kata Kunci: Poligami Siri, Nikah Siri, Maslahah Mursalah, Imam Mālik, Kabupaten Cirebon.

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Poligami Siri, Nikah Siri, Maslahah Mursalah, Imam Mālik, Kabupaten Cirebon.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Perdata Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 18 Aug 2026 03:02
Last Modified: 18 Aug 2026 03:02
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19644

Actions (login required)

View Item View Item