Eksistensi Aksara Pegon bagi Transmisi Keilmuan Islam di Cirebon Abad 19 Sampai 20

Zumaroh Hadi Sulistiani, (2021) Eksistensi Aksara Pegon bagi Transmisi Keilmuan Islam di Cirebon Abad 19 Sampai 20. Bachelor thesis, Sejarah Kebudayaan Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

[img]
Preview
Text
cover ampe daftar isi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I collect.pdf

Download (321kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V collect.pdf

Download (184kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA collect.pdf

Download (279kB) | Preview
Official URL: http://web.syekhnurjati.ac.id

Abstract

ABSTRAK Zumaroh Hadi Sulistiani. NIM. 1708301078. Eksistensi Aksara Pegon bagi Transmisi Keilmuan Islam di Cirebon Abad 19 Sampai 20. Skripsi. Cirebon: Ushuluddin Adab dan Dakwah. Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam. Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi dengan adanya aksara pegon yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Islam Jawa. Aksara pegon sendiri terlahir karena terjadinya vernakularisasi atau bisa juga disebut dengan pembahasaan sesuai dengan bahasa lokal, agar ajaran agama Islam sendiri mudah dimengerti. Dalam kasus ini tidak banyak yang tahu tentang bagaimana eksistensi aksara pegon abad 19 sampai 20 dan perannya dalam mentransmisikan keilmuan Islam khususnya di Cirebon. Karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi aksara pegon khususnya di abad 19 sampai 20, serta memaparkan peran aksara pegon sebagai media untuk mentransmisikan keilmuan Islam di Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif, wawancara, yang dipadukan dengan pendekatan filologi dan studi Islam historis. Selain itu metode sejarah dalam penelitian ini sangatlah dibutuhkan yaitu mencakup empat tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, pada abad 19 sampai 20 eksistensi aksara pegon bagi transmisi keilmuan Islam bisa dibilang cukup produktif. Hal ini dibuktikan dengan munculnya karya-karya ulama pada abad 19 yang ditulis dengan aksara pegon, seperti pada era K.H Ahmad Rifa’i Kalisalak (1786-1878) dengan kitabnya Syarih al-Iman, yang berisi tentang iman yang disajikan dalam bentuk syair, dan K.H Sholeh Darat (1820-1903) dengan kitabnya al-Mursyid al-Wajiz, yang mengulas tentang isi kandungan al-Qur’an. Selanjutnya pada abad 20 peran aksara pegon di Cirebon sendiri, ditemukan tepatnya di pondok pesantren Babakan Ciwaringin. Adapun beberapa kitab karangan K.H. M. Sanusi Babakan (1904-1974) ditulis dengan aksara pegon, yang sampai saat ini masih rutin digunakan dalam proses transmisi keilmuan Islam, dalam bentuk belajar mengajar khususnya pada santri baru. Di antaranya seperti Kitāb al-Adab fī Durūsi- l Auliyah fī – l Akhlāqi- l Mardliyah yang berisikan adab dan tata krama 4 seorang murid terhadap gurunya, dan Hāḋā Kitāb al-Tabṡīr wa al- Tahḋīr yang mengulas tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam akhirat, di antaranya seperti nikmat dan azab qubur, ba’ats dan lainnya. Kata kunci: Aksara, pegon, transmisi keilmuan, Islam

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Ilmu Sejarah > Sejarah Peradaban
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Sejarah Kebudayaan Islam
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 29 Sep 2021 07:20
Last Modified: 30 Sep 2021 04:21
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/5564

Actions (login required)

View Item View Item