, Tiarani Syalsabillah (2026) Implementasi Prinsip Halal dalam Produksi dan Distribusi Katering CV. Prima Gizi Kota Banjar Menurut Perspektif Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003. Bachelor thesis, S1 - Hukum Ekonomi Syariah.
|
Text
2283120006_1_cover.pdf Download (926kB) |
|
|
Text
2283120006_2_bab1.pdf Download (472kB) |
|
|
Text
2283120006_6_bab5.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
2283120006_7_dafpus.pdf Download (299kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kewajiban umat Muslim untuk mengonsumsi makanan yang halalan thayyiban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam industri katering, penjaminan kehalalan tidak hanya terbatas pada bahan baku, tetapi mencakup seluruh mata rantai nilai mulai dari produksi hingga distribusi guna menghindari kontaminasi zat haram atau najis. Meskipun CV. Prima Gizi telah berupaya menerapkan prinsip halal, ditemukan adanya kesenjangan di mana pemilik usaha kurang memahami rincian regulasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003 secara mendalam dan masih mengandalkan label halal pada kemasan produk sebagai patokan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi prinsip halal food dalam proses produksi dan distribusi pada usaha Katering CV. Prima Gizi Kota Banjar, serta menganalisis kesesuaian praktik tersebut dengan ketentuan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa Halal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan jenis penelitian hukum empiris, menggunakan sumber data primer dan sekunder, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip halal food pada CV. Prima Gizi Kota Banjar telah dilaksanakan secara komprehensif melalui penerapan Halal Value Chain yang mencakup seleksi bahan baku berlabel halal, pengolahan higienis sesuai aspek thayyiban, hingga distribusi yang aman dari kontaminasi. Secara normatif dan praktis, perusahaan telah memenuhi kriteria Fatwa MUI dan Sistem Jaminan Halal melalui pengawasan ahli gizi serta sterilisasi alat untuk mencegah kontaminasi silang (mutanajjis). Meskipun penerapan ini masih bersifat praktis-empiris dan didasarkan pada pemahaman umum masyarakat daripada penguasaan regulasi formal secara teoretis, kebijakan perusahaan yang mengutamakan label halal sebagai syarat mutlak telah memenuhi prinsip kehati hatian (ihtiyat) dan berhasil memproteksi konsumen dari unsur syubhat serta haram
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah) |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 06:40 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 06:40 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17875 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

