Achmad Fatih Hidayat, (2025) Tingkat Kepatuhan Syariah Dalam Transaksi Peer To Peer Lending Syariah Studi Kasus Pada Komunitas Airdrop Finder. Bachelor thesis, S1-Perbankan Syariah UIN SSC.
|
Text
2282110162_1_cover.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
2282110162_2_bab1.pdf Download (995kB) |
|
|
Text
2282110162_6_bab5.pdf Download (288kB) |
|
|
Text
2282110162_7_dafpus.pdf Download (619kB) |
Abstract
Perkembangan financial technology (fintech) khususnya layanan Peer to Peer Lending syariah menghadirkan peluang besar dalam meningkatkan inklusi keuangan berbasis prinsip Islam. Namun, pesatnya inovasi digital tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat kepatuhan syariah dan literasi keuangan syariah yang memadai, terutama pada komunitas digital pengguna fintech. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya regulasi spesifik terkait praktik muamalah berbasis aset kripto serta belum optimalnya pengawasan syariah formal pada komunitas digital seperti Airdrop Finder yang memanfaatkan mekanisme P2P Lending syariah secara informal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip dan mekanisme transaksi P2P Lending syariah dalam komunitas Airdrop Finder, menilai kesesuaian akad-akad syariah yang digunakan dengan Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018, serta mengidentifikasi tantangan utama dalam menjaga kepatuhan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen regulatif serta fatwa DSN-MUI yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Airdrop Finder telah berupaya menerapkan prinsip dasar syariah, seperti penghindaran riba, gharar, dan maysir, serta menjunjung asas keadilan dan transparansi melalui penggunaan akad qardh, mudharabah, dan wakalah bi al-ujrah. Meskipun demikian, penerapan akad masih bersifat informal, belum terdokumentasi secara tertulis, dan tidak memiliki standar baku. Tingkat kepatuhan syariah dinilai cukup baik, namun belum optimal karena ketiadaan Dewan Pengawas Syariah, rendahnya literasi ekonomi syariah anggota, serta tingginya ketidakpastian pada aset kripto dan proyek airdrop. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kepatuhan syariah memerlukan standarisasi akad, peningkatan literasi syariah, dan kolaborasi dengan ahli syariah guna memastikan keberlanjutan praktik P2P Lending syariah berbasis komunitas digital. Kata Kunci: P2P Lending Syariah, Airdrop Finder, Kepatuhan Syariah, Fatwa DSN-MUI.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 04:24 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 04:24 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

