Urgensi Khitan Anak Perempuan Dalam Maqashid Syariah Perspektif Mazhab Syafi’I

Benazir Putri Agustina, (2025) Urgensi Khitan Anak Perempuan Dalam Maqashid Syariah Perspektif Mazhab Syafi’I. Bachelor thesis, S1-Hukum Keluarga IAIN SNJ.

[img] Text
2283110117_1_cover.pdf

Download (968kB)
[img] Text
2283110117_2_bab1.pdf

Download (525kB)
[img] Text
2283110117_6_bab5.pdf

Download (242kB)
[img] Text
2283110117_7_dafpus.pdf

Download (335kB)

Abstract

Penelitian ini membahas praktik kompleks khitan anak perempuan (Female Genital Cutting/FGC) yang berada pada persimpangan interpretasi fikih klasik Mazhab Syafi'i dengan realitas medis kontemporer. Secara tradisional, Mazhab Syafi’i memandang khitan bagi perempuan sebagai wajib berdasarkan dalil-dalil tekstual. Namun, pandangan ini menimbulkan kontradiksi normatif mengingat temuan kesehatan modern yang mengklasifikasikan FGC sebagai mutilasi berbahaya yang bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia dan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kedudukan hukum khitan anak perempuan dalam mazhab syafi'i, mengidentifikasi dampak positif dan negatif khitan anak perempuan dalam perspektif medis, dan mempertimbangkan Maslahah dan Mafsadat khitan anak perempuan antara fikih dan perspektif medis. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif (studi pustaka). data primer diperoleh dari literatur fikih mazhab syafi’i, dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif serta kerangka Maqashid Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun khitan perempuan memiliki legitimasi syar’i dalam fikih klasik Syafi’iyyah, praktik yang berlebihan, mutilatif, dan membahayakan secara tegas bertentangan dengan petunjuk syariat. Analisis Maqashid Syariah menyimpulkan bahwa maslahat (kebaikan) yang diklaim bersifat wahmi (dugaan), sementara Mafsadat (bahaya) yang ditimbulkan terbukti secara ilmiah dan melanggar tujuan primer Syariat, yaitu Hifdz al-Nafs (perlindungan jiwa/kesehatan) dan Hifdz al-Nasl (perlindungan keturunan/reproduksi). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa praktik khitan anak perempuan yang membahayakan tidak dapat dibenarkan dan harus ditinggalkan, sejalan dengan kaidah fikih “La dharar wa la dhirar“ (tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain) dan “dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih” (menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada menarik kemaslahatan) demi menjaga kemaslahatan umat. Kata Kunci: Khitan Anak Perempuan (Female Genital Cutting/FGC), Mazhab Syafi’I, Maqashid Syariah dan Kesehatan Reproduksi

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 21 Apr 2026 06:26
Last Modified: 21 Apr 2026 06:26
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18022

Actions (login required)

View Item View Item