Linda Rosdiana, (2026) Pandangan Masyarakat Terhadap Tradisi Larangan Pernikahan Antara Suku Sunda Dengan Jawa Perspektif Sosiologi Dan Hukum Islam (Studi Kasus Desa Bojonegara Kecamatan Tambakdahan Kabupaten Subang). Bachelor thesis, S1-Hukum Keluarga IAIN SNJ.
|
Text
2283110100_1_cover.pdf Download (952kB) |
|
|
Text
2283110100_2_bab1.pdf Download (348kB) |
|
|
Text
2283110100_6_bab5.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
2283110100_7_dafpus.pdf Download (226kB) |
Abstract
Tradisi larangan pernikahan antara suku Sunda dengan Jawa di Desa Bojonegara KecamatanTambakdahan Kabupaten Subang yang berakar pada mitos sejarah seperti Perang Bubat dan Sumpah Palapa, serta perbedaan budaya lokal. Penelitian ini di dorong oleh dinamika sosial modern, di mana tradisi ini menghadapi pergeseran nilai akibat pendidikan,interaksi antarbudaya dan prinsip islam yang menekankan keadilan serta kemaslahatan umat, sementara ‘urf (adat) tidak boleh bertentangan dengan syariat. Tujuan utama adalah menganalisis sejarah kemunculan tradisi tersebut, pandangan masyarakat terhadap keberlangsungannya, serta kesesuaiannya dari perspektif soiologi (fungsionalisme struktural) dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian yuridis empiris, mengumpulkan data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara semi terstruktur purposif kepada tokoh adat, masyarakat pasangan pernikahan antar suku Sunda dengan Jawa setempat, dan dokumentasi. Sumber data primer berasal dari informan, sedangkan data sekunder berasal dari literatur kepustakaan, buku-buku, artikel ilmiah dan dokumen yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan tradisi ini lebih dipandang sebagai warisan mitos budaya bukan larangan normatif mengikat; mayoritas masyarakat menyatakan pernikahan antarsuku harmonis meski ada hambatan sosial-kultural seperti perbedaan bahasa dan kebiasaan. Secara sosiologi, tradisi berfungsi sebagai kontrol identitas kelompok tapi mengalami pergeseran dari hukum Islam, tidak berdasar syariah karena melanggar kebebasan memilih pasangan dan prinsip urf shahih. Kesimpulannya, tradisi ini tidak relevan lagi sebagai larangan sosial, sehingga diperlukan pemahaman kritis masyarakat untuk menyelaraskan adat dengan nilai Islam dan realitas modern. Implikasinya mendorong sosialisasi agar tradisi jadi pelestarian budaya positif. Kata Kunci: Tradisi Larangan Pernikahan, Suku Sunda dengan Jawa, Pandangan Masyarakat, Sosiologi, Hukum Islam, ‘Urf.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:11 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:11 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18041 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

