Putri Jasmine Wahyuningtyas, (2026) Implementasi Bimbingan Perkawinan Dengan Metode Klasikal (Studi Kasus Kua Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon). Bachelor thesis, S1-Hukum Keluarga UIN SSC.
|
Text
2283110016_1_cover.pdf Download (707kB) |
|
|
Text
2283110016_2_bab1.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
2283110016_6_bab5.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
2283110016_7_dafpus.pdf Download (157kB) |
Abstract
Bimbingan perkawinan merupakan salah satu kewajiban yang harus diikuti oleh calon pengantin sebelum dilakukannya akad pernikahan. Kewajiban bimbingan perkawinan ini tertuang dalam Surat Edaran DIRJEN BIMAS Islam No.2 Tahun 2024 yang mana dibagi menjadi tiga metode yakni klasikal, virtual, dan mandiri. Dalam implementasinya di berbagai daerah, termasuk di KUA Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, pelaksanaan metode klasikal ini memiliki kelebihan serta kekurangan, baik dari segi kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga partisipasi masyarakat. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dirancang untuk menjawab rumusan masalah terkait faktor pendukung bimbingan perkawinan metode klasikal, faktor penghambat bimbingan perkawinan metode klasikal, serta implementasi bimbingan perkawinan metode klasikal di KUA Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan aktor kebijakan dan tokoh masyarakat, observasi partisipatif terhadap forum-forum musyawarah publik, serta telaah dokumen kebijakan daerah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung bimbingan perkawinan metode klasikal diantaranya fasilitator beragam, materi lebih kompleks, efisien waktu, sarana dan prasarana memadai, dan interaksi peserta dan fasilitator lebih baik. Untuk faktor penghambat diantaranya anggaran telat, dipengaruhi tingkat pendaftaran pernikahan, kesibukan hingga keterlambatan peserta, dan persepsi bimbingan perkawinan sebagai formalitas belaka. Implementasi metode klasikal di KUA Kecamatan Weru sudah terlaksana dengan baik, namun masih adanya regulasi yang belum dijalankan seperti remedial peserta. Kata kunci: bimbingan perkawinan; metode klasikal; KUA Kecamatan Weru.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 04:24 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 04:24 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18067 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

