Implementasi Akad Wadi’Ah Pada Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt) Gunungjati Kabupaten Cirebon Perspektif Fatwa Dsn Mui Nomor 02/Dsn-Mui/Iv/2000 Tentang Tabungan

Nur Fauziyah, (2025) Implementasi Akad Wadi’Ah Pada Baitul Maal Wat Tamwil (Bmt) Gunungjati Kabupaten Cirebon Perspektif Fatwa Dsn Mui Nomor 02/Dsn-Mui/Iv/2000 Tentang Tabungan. Bachelor thesis, S1-Hukum Ekonomi Syariah UIN SSC.

[img] Text
2283120042_1_cover.pdf

Download (975kB)
[img] Text
2283120042_2_bab1.pdf

Download (465kB)
[img] Text
2283120042_6_bab5.pdf

Download (262kB)
[img] Text
2283120042_7_dafpus.pdf

Download (256kB)

Abstract

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan Lembaga Keuangan Syariah Non Bank yang mengedepankan produk simpanan dan pembiayaan. Diantara salah satunya yaitu produk Tabungan Berhadiah Dimuka (TABAH) di BMT Gunungjati Kabupaten Cirebon. Produk ini menerapkan akad wadi’ah yad dhamanah dengan pengelolaan dana yang aman dan pengembalian dijamin sesuai prinsip syariah. Produk ini juga memberikan hadiah secara langsung tanpa undian sesuai nominal dan jangka waktu simpanan, meskipun pemberian hadiah pada awal akad belum sepenuhnya bersifat sukarela (‘athaya), sehingga berbeda dengan karakter wadi’ah yang murni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi akad wadi’ah pada produk TABAH serta relevansinya dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000 tentang Tabungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan metode yuridis-normatif dan yuridis-empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan manajemen dan staf BMT Gunungjati Cirebon, serta dokumentasi laporan dan arsip terkait produk TABAH. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan praktik lapangan, ketentuan hukum syariah, pedoman Dewan Pengawas Syariah, dan Fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi akad wadi’ah pada produk TABAH berjalan sesuai prinsip syariah dengan pengelolaan dana aman dan pengembalian dijamin; (2) pemberian hadiah belum sepenuhnya sesuai ketentuan Fatwa DSN-MUI Nomor 02/DSN-MUI/IV/2000 karena sudah ditetapkan sejak awal akad; dan (3) efektivitas produk didukung oleh pertumbuhan dana titipan yang stabil, literasi keuangan syariah nasabah, serta pengawasan regulasi dan Dewan Pengawas Syariah, meskipun hambatan seperti persaingan dengan lembaga lain dan keterbatasan teknologi digital menuntut inovasi dan digitalisasi lebih lanjut untuk optimalisasi layanan. Kata Kunci: Akad Wadi’ah; TABAH; Fatwa DSN MUI 02/DSN-MUI/IV/2000

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 27 Apr 2026 03:16
Last Modified: 27 Apr 2026 03:16
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18136

Actions (login required)

View Item View Item