Studi Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Perkawinan Pada Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu

SRI WULANDARI, (2025) Studi Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Perkawinan Pada Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Doctoral thesis, S3_HKI UIN Siber Syekh Nurjati.

[img] Text
Cover-Daftar Isi_Sri.pdf

Download (603kB)
[img] Text
BAB I_Sri.pdf

Download (395kB)
[img] Text
BAB V_Sri.pdf

Download (194kB)
[img] Text
Daftar Pustaka_Sri.pdf

Download (283kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perkawinan yang dijalankan oleh komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu dalam perspektif hukum Islam. Praktik perkawinan adat tersebut merupakan fenomena budaya yang memiliki kekhasan dan nilai spiritual tersendiri, serta menunjukkan hubungan yang erat antara manusia, alam, dan leluhur. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana ritual perkawinan adat dijalankan, bagaimana unsur hukum Islam diterapkan atau diabaikan dalam praktik tersebut, dan bagaimana perspektif sosiologis serta antropologis dapat menjelaskan keberlanjutan tradisi ini. Penelitian ini dilakukan karena hingga kini kajian yang menghubungkan praktik perkawinan Suku Dayak Indramayu dengan analisis hukum Islam dan implikasi hukumnya masih sangat terbatas, sementara kebutuhan akan kepastian hukum dan perlindungan terhadap perempuan dan anak semakin mendesak di tengah perubahan sosial dan regulasi formal negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi lapangan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, juru bicara komunitas, dan anggota masyarakat, serta observasi langsung terhadap prosesi perkawinan adat. Teknik dokumentasi juga digunakan untuk menguatkan data ritual dan struktur norma adat. Analisis data dilakukan melalui kerangka hukum Islam, hukum adat, serta teori sosiologis dan antropologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perkawinan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu secara substantif tetap memuat unsur-unsur yang selaras dengan rukun dan syarat sahnya perkawinan Islam, khususnya keberadaan calon mempelai, wali, saksi, dan pelaksanaan ijab qabul. Namun, terdapat perbedaan penting pada aspek prosesi adat dan legalitas, di mana perkawinan lebih menonjolkan ritual spiritual berupa puji-pujian alam dan permohonan restu leluhur, sementara pencatatan resmi di KUA sering tidak dilakukan karena alasan administratif maupun kultural. Penelitian ini juga menegaskan adanya nilai suka rela, penghormatan terhadap perempuan sebagai sumber kehidupan, serta pandangan bahwa anak merupakan titipan alam, yang mencerminkan harmoni antara nilai lokal dan nilai universal. Walaupun demikian, masih terdapat tantangan dalam aspek legal-formal, terutama terkait perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak akibat tidak tercatatnya perkawinan secara resmi. Kata Kunci: Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu, Perkawinan Adat, Hukum Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu, Perkawinan Adat, Hukum Islam.
Subjects: K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Pascasarjana
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 06 May 2026 07:41
Last Modified: 08 May 2026 02:21
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18184

Actions (login required)

View Item View Item