Ella Nur Fadya, (2026) Uji Kelayakan Terhadap PenetapanLokasi Rukyatul Hilal Di Menara Nurul Kalam Pemalang Berdasarkan Standarisasi Pos Observasi Bulan Kementrian Agama Dan BMKG. Bachelor thesis, S1- Ilmu Falak UIN SSC.
|
Text
2283140013_1_cover.pdf Download (991kB) |
|
|
Text
2283140013_2_bab1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2283140013_6_bab5.pdf Download (450kB) |
|
|
Text
2283140013_7_dafpus.pdf Download (489kB) |
Abstract
Rukyatul hilal merupakan metode pengamatan bulan sabit muda yang menjadi landasan penetapan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Keberhasilan observasi ini sangat bergantung pada kelayakan lokasi pengamatan yang harus memenuhi standar ilmiah dan syar'i. Menara Nurul Kalam Pemalang merupakan salah satu dari 96 titik pemantauan hilal nasional yang ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia, namun kajian komprehensif mengenai kelayakannya berdasarkan standar Pos Observasi Bulan (POB) Kementerian Agama dan BMKG belum pernah dilakukan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang penetapan Menara Nurul Kalam sebagai lokasi rukyatul hilal serta menguji tingkat kelayakannya berdasarkan standarisasi yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, BMKG, dan Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Pemalang. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, latar belakang ditetapkannya Menara Nurul Kalam sebagai lokasi rukyatul hilal tidak terlepas dari kebutuhan BHR Kemenag Kabupaten Pemalang yang sebelumnya tidak memiliki lokasi tetap, dengan lokasi awal yang direncanakan yakni Pantai Widuri terkendala pembebasan lahan, sehingga Menara Nurul Kalam dipilih karena posisinya yang strategis di pusat kota, ketinggian menara mencapai 52 meter, dan jaraknya yang dekat dengan kawasan pesisir Laut Jawa; kedua, Menara Nurul Kalam Pemalang dinyatakan layak sebagai tempat rukyatul hilal karena telah memenuhi parameter primer dan sekunder sesuai standar Kementerian Agama dan BMKG, meliputi medan pandang ke ufuk barat pada azimuth 240°–300° yang terbuka bebas, aksesibilitas yang memadai, ketersediaan listrik, air, dan jaringan internet, serta kondisi meteorologis dan klimatologis yang cukup baik terutama pada musim kemarau (Mei September), meskipun tantangan polusi cahaya perkotaan dan kondisi cuaca musiman tetap menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan observasi aktual. Kata Kunci: Rukyatul Hilal, Pos Observasi Bulan, Menara Nurul Kalam, Kelayakan Lokasi, Kementerian Agama, BMKG
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:13 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 03:14 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18234 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

