Aulia Intan Innisa, (2026) Analisis Pemanfaatan Media Sosial Tiktok Oleh Generasi Z dalam Kampanye Pemilu Presiden 2024 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Bachelor thesis, S1- HUKUM TATA NEGARA ISLAM UIN SSC.
|
Text
2283130122_1_cover.pdf Download (866kB) |
|
|
Text
2283130122_2_bab1.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
2283130122_6_bab5.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
2283130122_7_dafpus.pdf Download (218kB) |
Abstract
Perkembangan media sosial khususnya TikTok, telah membawa perubahan signifikan dalam pola kampanye politik di Indonesia, terutama pada Pemilu Presiden 2024. Generasi Z sebagai kelompok pengguna dominan media sosial memiliki peran strategis dalam memanfaatkan TikTok sebagai sarana komunikasi politik yang kreatif, interaktif, dan masif. Namun, fenomena ini juga menimbulkan berbagai persoalan, seperti penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, kampanye negatif, serta potensi pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, dari perspektif etika penggunaan media sosial dalam kampanye juga menuntut adanya tanggung jawab moral dan sosial. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai karakteristik pemanfaatan TikTok oleh Generasi Z, menelaahnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, serta mengkaji etika dan tanggung jawabnya dalam perspektif fiqh siyasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian normatif-empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengguna aktif Tiktok dari kalangan Generasi Z dan Praktisi Hukum, sedangkan data sekunder diperoleh melalui peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, publikasi digital, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunkan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pemanfaatan TikTok oleh Generasi Z dalam kampanye Pemilu Presiden 2024 memiliki karakteristik yang bersifat kreatif, visual, dan partisipatif, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Dari perspektif hukum positif, masih ditemukan praktik yang berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, terutama terkait penyebaran informasi yang tidak akurat dan kampanye di luar ketentuan yang diatur. Sementara itu, dalam perspektif fiqh siyasah, praktik tersebut belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital, kesadaran hukum, serta internalisasi nilai-nilai etika politik Islam agar pemanfaatan TikTok sebagai sarana kampanye politik dapat berlangsung secara etis, bertanggung jawab. Kata kunci: Tiktok; Generasi Z; Kampanye Pemilu 2024; Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017; Fiqh Siyasah
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 01:52 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 01:52 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18315 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

